Tradisi Berbagi Bubur Samin Masjid Darussalam Solo Kembali Digelar

  • 22 Feb 2026 00:39 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tradisi berbagi Bubur Samin kembali digelar di Masjid Darussalam Jayengan, Kota Solo, pada hari pertama Ramadan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi budaya sekaligus sarana berbagi kepada masyarakat.

Tradisi ini secara simbolis dibuka Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani dengan membagikan Bubur Samin ke wadah-wadah yang dibawa warga pada Kamis, 19 Februari 2026. Acara pembukan juga dihadiri mantan Wali Kota, Teguh Prakosa.

Wakil Wali Kota, Astrid Widayani, mengatakan kegiatan berbagi Bubur Samin merupakan tradisi budaya masyarakat Banjar yang telah lama hidup dan berkembang di Kota Solo, serta menjadi simbol toleransi dan kebersamaan di bulan Ramadan.

"Ini merupakan lanjutan tradisi yang sudah bertahun-tahun berjalan di Jayengan, khususnya bagaimana kultularisasi dari Kebudayaan Banjar yang sudah tinggal di Solo. Kami sangat mengapresiasi tradisi yang selalu dijaga setiap tahunnya," kata Astrid Widayani.

Ditambahkan Astrid Widayani, tradisi berbagi Bubur Samin ini sudah masuk dalam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada tahun 2025 yang diberikan langsung Kementerian Kebudayaan. Dengan masuknya Bubur Samin dalam WBTb, Astrid meminta tradisi yang sudah berjalan bisa dijaga.

"Tahun lalu 2025 Kota Solo mendapatkan 14 pengakuan dari Kementerian Kebudayaan untuk Warisan Budaya Takbenda, salah satunya Bubur Samin. Ini menjadi bukti bahwa banyak sekali warisan-warisan sejarah dan budaya di Kota Solo yang patut kita jaga," katanya menambahkan.

Mantan Rektor Universitas Surakarta (UNSA) ini juga berharap warisan-warisan kuliner khususnya bisa diteruskan dan terjaga untuk bisa dinikmati bagi generasi-generasi penerus.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Masjid Darussalam, Noor Cholish, menjelaskan pada Ramadan tahun ini panitia menyiapkan sekitar seribu lima ratus porsi Bubur Samin untuk dibagikan kepada masyarakat setiap harinya.

"Ramadan ini seperti biasa kami membagi kurang lebih seribu lima ratus porsi Bubur Samin. Sekitar seribu dua ratus porsi dibagikan untuk masyarakat umum, dan dua ratus sampai tiga ratus porsi untuk buka bersama di masjid," ucap Noor Cholish.

Lebih lanjut, Noor Cholish menjelaskan tradisi tahunan Bubur Samin ini masih terus terjaga berkat dukungan dari Pemerintah Kota yang juga membantu memberikan bantuan beras untuk bisa diolah menjadi bubur.

"Alhamdulillah kita disupport oleh Pemerintah Kota, serta dibantu dengan 1500 kilogram beras. Rata-rata semua bahan-bahan dari kumpulan para donatur yang ada berwujud uang hingga barang," ucapnya menambahkan.

Dirinya juga berharap masih ada donatur lain yang turut membantu dalam proses produksi pembuatan Bubur Samin Masjid Darussalam. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....