Pengamat Prediksi Sigit-Suroto Sulit Realisasikan Janji Politik di Tahun Pertama

  • 24 Jan 2025 11:11 WIB
  •  Surakarta
KBRN, Sragen: Pelantikan Kepala Daerah hasil Pilkada Serentak 2024 yang tidak bersengketa rencananya akan berlangsung 6 Februari 2025. Termasuk untuk pasangan Bupati-Wakil Bupati terpilih Sragen Sigit Pamungkas-Suroto.

Meskipun pelantikan maju dari jadwal awal, dinilai tidak berpengaruh terhadap masa transisi kepemimpinan. Malah pasca pelantikan ini Kepala Daerah baru akan dihadapkan pada sejumlah masalah krusial.

Hal ini disampaikan Pengamat Politik dan Ketatanegaraan Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr. Agus Riewanto saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (23/1/2025).

"Itu (pelantikan maju) tidak cukup berpengaruh terhadap kinerja Bupati terpilih, Mas Sigit Pamungkas. Tapi, menurut saya, yang menjadi perhatian itu justru pada saat setelah dilantik. Bupati terpilih akan berhadapan dengan tagihan publik, apakah dia bisa mewujudkan janji-janji kampanyenya dalam pilkada itu. Karena mewujudkan itu tidak mudah," kata Agus Riewanto.

Dosen Fakultas Hukum UNS itu juga mengatakan, satu tahun pertama adalah masa yang sulit bagi Sigit-Suroto. Dia harus menjalankan anggaran dan rencana kerja pemerintah (RKP) yang dibuat oleh bupati lama atau sebelumnya.

"Tentu ini kan tantangan sendiri, bagaimana tiba-tiba dalam waktu yang begitu singkat dia harus mengubah semua paradigma, program kerja RKP, menerjemahkan visi misi dalam RAPBD, baru menerjemahkan dalam RKP yang direncanakan Bappeda, baru dilaksanakan oleh dinas-dinas sampai ke level penerjemahan visi misi dalam bentuk progam kerja yang dijanjikan dalam pemilihan kepala daerah. Itu tidak mudah menurut saya," katanya menjelaskan.


Problem yang kedua menurut mantan Komisioner KPU Sragen itu adalah birokrasi. Selama ini seluruh birokrasi, mulai dari lurah sampai dengan Sekda produk bupati lama.

Mereka ini direkrut dengan berbagai macam variasi dan pola-pola pengangkatan serta merit sistem yang dibangun oleh bupati lama. Sementara Sigit Pamungkas harus mampu membuat susunan kabinet, yang sama dengan visi misi dia.

"Memilih PNS itu tidak mudah, karena PNS itu ya itu-itu saja sebenarnya. Jadi, misalnya mau memilih kepala dinas, Eselon II jumlahnya terbatas. Jadi, orang-orang tetap itu semua. Nah, apakah orang dulu loyalis bupati lama, beralih nggak kepada bupati baru. Itu Problem sendiri," ucap dia.

Pasangan Bupati-Wakil Bupati Sragen terpilih Sigit Pamungkas-Suroto saat menyampaikan pidato sambutan pada tasyakuran kemenangan di Karangmalang Sragen, akhir pekan lalu. Dok Istimewa
Lanjut Agus, Sigit harus menyeleksi orang-orang yang bekerja sesuai dengan visi misi yang dia terjemahkan. Melalui mutasi, rotasi dan promosi. Itu soal yang sulit dilakukan untuk menerjemahkan visi misi."


Problem utama Sigit yang ketiga karena dirinya pendatang baru dikancah perpolitikan Sragen. Sebagai newcomer dalam pilkada di Sragen itu menurut Agus tidak mudah.

"Ini kan struktur sosial, birokrasi, dan juga aspek-aspek terkait dengan perubahan sistem itu sudah produk lama, yang sekian lama ada di satu level kekuasaan yang sama, keluarga Untung (eks Bupati Sepuh Sragen), dengan berbagai macam variannya."

Diberitakan sebelumnya, setelah ditetapkan sebagai calon terpilih Sigit akan segera komunikasi dengan Pemkab Sragen untuk penyusunan rencana pembangunan jangka menengah Daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan.

Dia menjelaskan ada ketentuan bahwa RPJMD yang sedang berjalan sekarang harus mengakomodasi visi dan misi calon terpilih. Dia berpendapat tentu Pemda di dalam penyusunan rancangan itu belum mendasar pada visi misi calon terpilih.

"Oleh karena itu, kami akan berkomunikasi dengan jajaran Pemda untuk bagaimana ketentuan bahwa RPJMD itu harus mengakomodasi visi misi calon terpilih," kata Sigit sesuai penetapan Bupati-Wakil Bupati terpilih di KPU Sragen beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan RPJMD akan menjadi pedoman dalam kinerja lima tahun ke depan. Bahkan dirinya tidak memasang program 100 hari kerja di tahun pertama. Dia berpendapat semua hal terbaik bisa dilakukan tanpa harus menunggu 100 hari.

"Fokus program tahun pertama, akan disinkronkan dengan proses teknokrat dan program legislasi nasional politik," ucapnya.

Sigit menyampaikan, Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) yang akan menyusun RPJMD dengan mendasarkan pada proses teknokratis, visi misi. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....