Ini Visi Misi 2 Paslon Cabub-Cawabub Sragen di Debat Publik

  • 30 Okt 2024 19:54 WIB
  •  Surakarta
KBRN,Sragen: Pasangan Calon Bupati Wakil Bupati Sragen Untung Wibowo Sukowati-Suwardi dan Sigit Pamungkas-Suroto mengikuti debat publik perdana yang diselenggarakan KPU setempat. Debat berlangsung di gedung Sasana Manggala Sukawati (SMS) Sragen, Rabu (30/10/2024) pukul 13.00 WIB.

Debat diawali penyampaian Visi misi masing-masing paslon Cabub Cawabub.

Diawali Paslon nomor urut 01, Untung Wibowo Sukawati-Suwardi menyampaikan visi, bersama membangun sragen yang berdaya saing, maju, dan sejahtera. Kemudian, misi dengan upaya, pertama, meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang maju.

"Melalui beasiswa prestasi tidak hanya dari kalangan kurang mampu. Bus gratis untuk 20 kecamatan, sragam untuk SD dan SMP. Dan meningkatkan kesejahteraan guru. Serta, membangun sport center untuk prestasi olahraga, pengobatan gratis, meningkatkan pelayanan dalam fasilitas sragen," kata Calon Bupati Sragen nomor urut 01 itu disambut riuh pendukungnya.

Paslon Cabub Cawabub Sragen Untung Wibowo Sukowati-Suwardi. Dok YouTube KPU Sragen
Kemudian mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi guna menurunkan kemiskinan, dan membangun infrastruktur wilayah secara merata.

"Melalui noto kuto bangun deso bangun jembatan ngelus jalan. Membangun jalan usaha tani dan saluran irigasi. Dan optimalisasi fungsi embung," jelasnya.

Lalu, mewujudkan kualitas lingkungan hidup dan pengurangan resiko bencana. Serta, mengoptimalkan pelaksanaan reformasi birokrasi.

Sementara itu, Calon Bupati Sragen nomor urut 02, Sigit Pamungkas-Suroto membawa visi untuk Sragen yang berkemajuan, sejahtera dan merata.

"Sragen perlu perubahan dan perlu lebih baik untuk masa depan. Meraka (warga sragen) mengatakan sragen sedang tidak baik-baik saja," kata Sigit langsung mendapatkan tepuk tangan dari puluhan pendukungnya.

Paslon Cabub Cawabub Sragen Sigit Pamungkas-Suroto. Dok YouTube KPU Sragen
Kemudian, misi untuk meningkatkan kualitas manusia berkarakter yang adaptif dengan kemajuan, Disrupsi sosial-teknologi mengembangkan tata kelola pemerintahan yang gesit.

Lalu, responsif dan kolaboratif menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi yang terintegrasi dengan pembangunan kewilayahan dan pasar global.

Serta, pembangunan tata ruang dan infrastruktur yang mendukung pemajuan kebudayaan, kelestarian lingkungan, dan interaksi sosial yang humanis. Terakhir, meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup warga.

"Kedepan akan memperhatikan para guru pendidik, guru agama, para pendidik usia dini akan kita perhatikan kesejahteraannya dengan memberikan insentif yang lebih dari hari ini," jelasnya.

"Untuk penghormatan para guru, akan kita bebaskan pajak bumi dan bangunan. Kepada kelompok strategis, perempuan, kaum miskin dan penyandang disabilitas kita libatkan dalam pembuatan kebijakan," ujar dia. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....