Es Puter Jadul, Manis Tradisi yang Tetap Digemari

  • 27 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Es puter jadul menghadirkan sensasi dingin, lembut, manis, dan gurih yang mengingatkan banyak orang pada masa lalu nostalgia. Jajanan sederhana ini tetap digemari karena rasanya khas, harganya terjangkau, serta mudah ditemukan di berbagai lingkungan masyarakat sekitar.

Berbeda dari es krim modern, es puter tradisional umumnya menggunakan santan sebagai sumber lemak utama dalam pembuatannya sendiri. Proses pembuatannya dilakukan dengan membekukan adonan sambil diputar, sehingga menghasilkan tekstur khas yang lembut namun kasar dan unik.

Penelitian Universitas Diponegoro menyebut es puter sebagai frozen dessert berbahan santan, dengan perhatian pada tekstur dan kestabilan produk. Penelitian tersebut menunjukkan pengembangan bahan penstabil dapat memperbaiki karakteristik es puter sekaligus mempertahankan mutu produk secara konsisten.

Daya tarik es puter juga terletak pada pilihan pelengkap, seperti kelapa muda, roti, kacang, atau sirup tradisional pilihan. Kombinasi tersebut membuat pengalaman menikmati es puter terasa akrab, sederhana, dan menghadirkan kenangan kuliner masa kecil yang menyenangkan.

Meski demikian, kebersihan bahan, peralatan, air, serta tangan penjual menjadi faktor penting sebelum es puter dikonsumsi oleh pembeli. Penelitian Poltekkes Kemenkes Semarang menemukan lima sampel es puter yang diperiksa negatif bakteri Salmonella sp pada pemeriksaan laboratorium.

Hasil tersebut menunjukkan pentingnya penerapan kebersihan selama pengolahan, penyimpanan dan penyajian untuk menjaga keamanan pangan bagi konsumen masyarakat. Popularitas es puter membuktikan makanan tradisional mampu bertahan ketika cita rasa dan kenangan berhasil menyatu dalam sajian sederhana.

Di tengah banyaknya pilihan dessert kekinian, es puter menawarkan pengalaman berbeda melalui rasa sederhana yang tetap memikat generasi. Melestarikan es puter berarti menjaga warisan kuliner sekaligus memberi ruang bagi pedagang tradisional untuk terus berkembang secara berkelanjutan.(Aris)

Sumber referensi:

  1. Ratnasari, D. A. P., & Lagiono. Studi Kandungan Bakteri Salmonella sp pada Es Krim (Es Puter) yang Dijual di Wilayah Kota Kabupaten Purbalingga Tahun 2016. Buletin Keslingmas, Poltekkes Kemenkes Semarang. Jurnal Buletin Keslingmas
  2. Kho, dkk. Kualitas Es Puter dengan Penambahan Bubur Kulit Buah Naga Merah Bagian Dalam dan Ekstrak Pektinnya sebagai Agen Penstabil. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Universitas Diponegoro. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....