Rahasia Lezat Telur Puyuh Pindang
- 19 Jul 2026 19:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Telur puyuh pindang menjadi salah satu camilan tradisional yang tetap digemari hingga kini. Ukurannya yang mungil dipadukan dengan rasa gurih, manis, dan aroma rempah membuat makanan ini cocok dinikmati kapan saja. Meski terlihat sederhana, proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan agar bumbu meresap sempurna hingga ke bagian dalam telur.
Rahasia kelezatan telur puyuh pindang terletak pada perpaduan bahan alami seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, lengkuas, ketumbar, dan gula merah. Telur direbus bersama aneka rempah dalam waktu yang cukup lama sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan warna kecokelatan yang menggugah selera. Proses inilah yang membuat telur puyuh pindang memiliki rasa berbeda dibandingkan telur rebus biasa.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Minggu 19 Juli 2026 telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung asam amino esensial, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Sementara itu, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) mendorong pemanfaatan produk peternakan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Pengolahan telur dengan cara yang tepat juga dapat menjaga kualitas pangan sekaligus menambah nilai ekonomi produk lokal.
| Baca juga: Sus Buah Segar, Camilan Manis Bikin Nagih |
Selain rasanya yang lezat, telur puyuh pindang juga mudah dijumpai di pasar tradisional, pusat jajanan, hingga acara hajatan. Makanan ini sering dijadikan lauk pendamping nasi, pelengkap nasi liwet, atau camilan praktis yang mengenyangkan. Rasanya yang khas membuat telur puyuh pindang tetap diminati meski banyak makanan modern bermunculan.
Pada akhirnya, telur puyuh pindang membuktikan bahwa kuliner tradisional mampu bertahan karena kualitas rasa dan nilai budayanya. Setiap butir telur menyimpan perpaduan rempah Nusantara yang menjadi ciri khas masakan Indonesia. Menikmati telur puyuh pindang bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk melestarikan kekayaan kuliner tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. (Bayuadi_LPU)
Referensi Ilmiah
Badan Pangan Nasional Republik Indonesia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....