Menyeruput Hangatnya Susu Jahe Merah: Jiwa Malam di Wedangan Solo
- 08 Jun 2026 11:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID,Surakarta - Malam hari di Kota Solo selalu punya cara sendiri untuk memeluk siapa saja yang datang. Ketika lampu-lampu kota mulai temaram dan angin malam yang dingin mulai berembus, tidak ada tempat yang lebih pas untuk berteduh selain wedangan sebutan khas masyarakat Solo.
Di antara deretan menu yang disajikan di atas gerobak kayu, ada satu minuman yang hampir tidak pernah absen dipesan oleh para pengunjung yaitu Susu Jahe Merah. Minuman sederhana ini bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan penghangat tubuh sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Solo di malam hari.
| Baca juga: Hidden Gem Warung Tradisional di Solo |
Berbeda dengan susu jahe instan yang banyak ditemui di supermarket, susu jahe merah di wedangan Solo diracik secara tradisional dan dadakan.Penjual wedangan biasanya menggunakan jahe merah segar yang dibakar terlebih dahulu di atas bara arang untuk mengeluarkan minyak atsiri dan aroma smoky yang kuat. Setelah dibakar, jahe dimemarkan (digeprek).
Rasa pedas getir yang khas dari jahe merah berpadu sempurna dengan legitnya susu, menciptakan rasa hangat yang langsung menjalar ke dada sejak seruputan pertama.Nongkrong di wedangan sambil menikmati susu jahe merah adalah ritual melepas penat bagi lintas generasi di Solo.Mulai dari tukang becak, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pejabat daerah. Di sini, semua orang duduk setara di atas kursi panjang atau lesehan, ditemani obrolan ringan seputar politik, sepak bola, hingga candaan sehari-hari.
Susu jahe merah juga menjadi pendamping setia untuk menyantap aneka sego kucing (nasi porsi kecil), sate kere, sate telur puyuh, dan aneka jadahan yang dibakar ulang di atas tungku arang."Kalau habis kerja lembur, badan rasanya rontok semua. Tapi kalau sudah duduk di wedangan, pesan susu jahe merah yang pedasnya mantap plus sate kulit bakar, rasanya semua capek langsung hilang ”Ungkap Aris (32), Pekerja Swasta asal Solo.
"Saya itu paling suka suasana wedangan di Solo karena ramah di kantong dan suasananya adem. Minum susu jahe merah sambil ngobrol sama teman-teman sampai larut malam itu rasanya tenang banget. Manisnya pas, dan jahenya itu asli ditumbuk, bukan bubuk instan. Itu yang bikin kangen kalau lagi di luar kota." Riana (22), Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS).
Susu Jahe Merah di wedangan Solo adalah bukti bahwa kebahagiaan tidak harus mahal. Lewat segelas minuman hangat ini, Solo menawarkan kehangatan, keramahan, dan kesederhanaan hidup yang dirindukan oleh banyak orang. Jadi, jika Anda sedang berada di Solo, pastikan untuk mampir ke wedangan terdekat, pesan segelas susu jahe merah, dan nikmati syahdunya malam Solo yang bersahaja.(Aditya Wardhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....