Makan Daging Kurban tanpa Takut Kolesterol
- 30 Mei 2026 18:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Momen Idul Adha identik dengan konsumsi daging sapi dan kambing dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Namun, banyak masyarakat khawatir kolesterol akan langsung meningkat setelah menyantap hidangan kurban.
Padahal, daging sapi maupun kambing sebenarnya merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Kandungan protein, zat besi, dan nutrisi penting di dalamnya justru bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi secara seimbang.
Mengutip akun Instagram @bobbyida, menurut sejumlah ahli gizi, masalah utama sering kali bukan terletak pada dagingnya. Cara pengolahan dengan santan berlebih, minyak banyak, gula, dan garam tinggi justru menjadi faktor yang lebih berisiko.
| Baca juga: Resep dan Cara Membuat Sate Maranggi |
Hidangan seperti gulai dan tongseng memang menggugah selera, tetapi dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak secara signifikan. Konsumsi garam berlebihan juga dapat memicu tekanan darah meningkat.
Banyak orang menganggap kolesterol tinggi selalu ditandai sakit kepala atau leher pegal. Padahal, kolesterol tinggi sering disebut sebagai silent killer karena umumnya tidak menunjukkan gejala khusus.
Keluhan seperti kepala berat atau badan tidak nyaman setelah makan besar bisa saja dipicu kondisi tubuh yang sedang lelah atau asupan garam berlebihan. Karena itu, penting memahami perbedaan antara mitos dan kondisi medis sebenarnya.
| Baca juga: Resep dan Cara Membuat Sup Krim |
Untuk menikmati daging kurban dengan lebih sehat, masyarakat disarankan memilih bagian daging yang rendah lemak. Selain itu, metode memasak seperti dipanggang atau dijadikan sop bening dinilai lebih baik dibanding olahan bersantan pekat.
Selain pola masak, beberapa orang juga mulai mengonsumsi cuka apel sebelum makan. Cuka apel disebut membantu mengontrol lonjakan gula darah dan menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Namun, pemilihan produk juga perlu diperhatikan. Jenis cuka apel raw dan unfiltered dianggap lebih baik karena kandungan enzim dan bakterinya masih terjaga.
Pada akhirnya, konsumsi daging saat Idul Adha tidak perlu ditakuti secara berlebihan. Kuncinya adalah menjaga porsi, memilih cara memasak yang sehat, dan tetap menerapkan pola hidup seimbang.
(Ridho Wicaksono)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....