Mengolah Susu Segar Boyolali Jadi Minuman Sehat Yogurt
- 04 Feb 2026 10:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA - Boyolali terkenal dengan kota penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah. Susu sapi hasil produksi dari peternak biasanya terserap untuk industri pengolahan susu atau juga diolah oleh warga menjadi minuman susu.
Namun berbeda dengan salah satu pengolah susu di Boyolali, Slamet Suwanto. Ia mengolah susu segar menjadi yogurt. Inisiatif ini timbul karena keberadaan susu segar yang melimpah sehingga ia mengolahnya dalam bentuk yogurt yang dapat meningkatkan nilai ekonomi.
Kepada RRI Rabu, 4 Februari 2026, Slamet mengatakan yogurt diproduksinya telah dipasarkan hingga ke beberapa kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Bali. Targetnya untuk pemasaran bisa merata di pulau Jawa.
| Baca juga: Bubur Labu yang tetap Relevan |
Slamet mengolah susu menjadi yogurt masih dengan cara-cara manual. Meski demikian ia memastikan produknya tidak kalah dengan olahan menggunakan mesin, bahkan produksinya sudah mengantongi sertifikat BPOM dan Halal.
“Pemasaran sudah sampai ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, tetapi yang terjauh itu Bali dan Madura. Untuk daerah Soloraya ada semua, kemudian di Jawa Barat ada di Tangerang. Kami optimis untuk seluruh Jateng bisa tersuplai,“ katanya.
Slamet mengatakan cara pengolahan susu segar ke yogurt dengan mencampur biang yogurt ke susu yang sudah dilakukan pasterurisasi. Meski pengolahanya sederhana namun perlu ke hati-hatian.
| Baca juga: Es Susu Tape Ketan Minuman Segar Khas Jember |
Pengolahan harus steril dari alat-alat yang digunakan seperti panci. "Saya menggunakan panci stainless, sebelum digunakan harus kondisi steril, kadang bisa gagal apabila kurang hati-hati dalam prosesnya," ujarnya.
Untuk proses pasteurisasi yang merupakan langkah utama pembuatan yogurt dilakukan melalui skema incubator. Untuk proses pasteurisasi dilakukan dengan cara merebus susu di dalam panci pada suhu 75 derajat, kemudian diturunkan pada suhu 43 sampai 45 derajat.
“Untuk pendinginannya dengan direndam air atau air es agar lebih cepat. Kemudian setelah suhu 45 derajat biang yogurt dimasukkan, selanjutnya siap fermentasi selama 10 jam,” ucapnya, menjelaskan.
Setelah proses tersebut selesai yogurt siap dimasukkan kedalam kemasan untuk dipasarkan atau disimpan dalam kulkas guna menghentikan proses fermentasi. Untuk lebih menambah variasi rasa yogurt dapat diberi tambahan gula atau rasa buah-buahan atau coklat.
Menurut Slamet, hingga saat ini produksinya dipasarkan langsung ke user dengan dititipkan di warung, kantin sekolah, pondok pesantren, maupun restoran. Sehari ia bisa menghabiskan 130 liter susu tapi ketika cuaca panas produksi bisa meningkat menjadi kisaran 200 liter susu.
"Untuk proses pengolahan hingga pengemasan tersebut kami dibantu 10 karyawan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....