Menu Barat Ala Solo, Primadona Baru Kuliner Solo
- 22 Jan 2026 21:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Kuliner Barat ala Solo kini mulai menarik perhatian masyarakat, salah satunya adalah warung makanan yang berada di kawasan Monginsidi Banjarsari Solo. Warung makan yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman ala Eropa ini selalu ramai dikunjungi masyarakat setiap malamnya.
Menurut Arfi Suseno (50 th) Owner warung ini, cukup banyak varian menu yang bisa menjadi pilihan. Salah satunya yang dikenal dengan nama Madrid, sajian yang memadukan konsep Barat dengan selera lokal.
Menu ini terdiri dari salad sederhana, telur ceplok setengah matang, mashed potatoes, sosis atau daging olahan, serta roti tawar yang disajikan praktis dan mengenyangkan.“Keunikan menu Madrid ini, sudah disesuaikan dengan lidah orang Jawa, terutama penggunaan telur ceplok matang sempurna atau sesuai selera serta bumbu yang tidak terlalu kompleks,” kata Arfi.
Mashed potatoes hadir sebagai alternatif pengganti nasi. Memberi pilihan makan malam yang lebih ringan namun tetap mengenyangkan.
Lanjutnya, penamaan Madrid dan menu lainnya bukan merujuk pada masakan Spanyol autentik, melainkan strategi kuliner untuk memberi kesan modern dan Barat. Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda yang ingin menikmati sensasi kuliner luar negeri dengan harga terjangkau.

Suasana Warung Makan Ala Londo yang cukup ramai hampir setiap hari. (Foto: RRI/Wiwik)
Salah seorang pengunjung Sarah (25 th) mengatakan diantara aneka varian menu yang ditawarkan, Madrid menjadi favoritnya. “ Hampir selalu order Madrid dan Garlic Bread, karena enak, gurih dan cukup mengenyangkan tanpa kelabihan karbo,” ujar Sarah.
Arfi menambahkan, Garlic Bread sendiri juga mulai naik daun sebagai pilihan menu Barat ala Solo diwarungnya. “Kalau secara historis, garlic bread berasal dari tradisi kuliner Italia seperti bruschetta, yaitu roti panggang yang diberi bawang putih dan minyak zaitun. Seiring perkembangan zaman, sajian ini populer di Eropa dan Amerika dengan tambahan mentega dan rempah,” ucapnya
Di Surakarta, Garlic Bread mengalami adaptasi agar sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Roti yang digunakan umumnya roti tawar lokal dengan tekstur lebih lembut, dipadukan olesan mentega gurih dan aroma bawang putih yang kuat.
Tak jarang pula ditambahkan keju untuk memperkaya rasa. Menu-menu ini dinilai cocok sebagai alternatif makan malam karena tidak terlalu berat seperti nasi.
Faktor harga yang ramah di kantong juga menjadi kunci popularitasnya. Dengan biaya terjangkau, masyarakat bisa menikmati sajian bergaya Barat tanpa harus datang ke restoran mahal. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....