Kapolres Sragen Dalami Dugaan Tewasnya Siswa SMPN 2 akibat Dikeroyok
- 16 Apr 2026 22:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan bahwa pihak kepolisian terus melakukan penyidikan mendalam terkait kasus tewasnya Wisnu Adi Prasetyo, siswa SMPN 2 Sumberlawang.
Hal ini disampaikan usai menggelar audiensi dengan keluarga korban yang didampingi kuasa hukum, Asri, di Mapolres Sragen, Rabu 15 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres mengklarifikasi status pelaku yang saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan dan berada di bawah pengawasan serta pembinaan pihak kepolisian.
Menanggapi desakan kuasa hukum dan keluarga terkait adanya dugaan pengeroyokan dalam peristiwa tersebut, AKBP Dewiana menyatakan pihaknya sangat terbuka terhadap segala informasi tambahan.
"Kami sampaikan kepada keluarga dan tim lawyer, siapa pun yang punya informasi terkait masalah ini, kami sangat terbuka. Kami berharap informasi tersebut diberikan kepada kami sebagai petunjuk baru untuk didalami agar peristiwa ini menjadi lebih terang," ujar Kapolres kepada awak media.
Ia menekankan bahwa proses yang berjalan saat ini bukanlah penyelidikan ulang, melainkan pengembangan penyidikan. Sejumlah saksi yang sebelumnya telah diperiksa kemungkinan besar akan dipanggil kembali untuk pendalaman lebih lanjut berdasarkan poin-poin hasil audiensi.
Terkait informasi yang sempat diterima keluarga bahwa korban meninggal akibat serangan jantung, Kapolres memberikan klarifikasi tegas. Menurutnya, informasi tersebut bukan bersumber dari pihak kepolisian, melainkan dari pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
"Tadi kami cross-check kembali, itu adalah informasi dari orang lain. Supaya tidak simpang siur, kami sampaikan jika ada pertanyaan bisa langsung ditanyakan secara direct kepada Kasat Reskrim, Kapolsek, atau tim penyidik kami," katanya menjelaskan.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, Kapolres telah memerintahkan jajaran Satreskrim untuk bergerak cepat melakukan pendalaman di lapangan terhitung mulai hari ini.
"Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim siang ini bergerak untuk pendalaman lebih lanjut. Mohon doanya agar kasus ini segera tuntas," katanya.
Sebelumnya, keluarga korban melalui kuasa hukumnya mendatangi Mapolres Sragen untuk meminta transparansi atas penanganan kasus ini, menyusul adanya kecurigaan bahwa korban tewas akibat penganiayaan saat jam pelajaran kosong. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....