Ayah Siswa yang Tewas di SMPN 2 Sumberlawang Tuntut Pelaku Diproses Hukum

  • 08 Apr 2026 23:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Suasana duka masih menyelimuti keluarga Almarhum Wisnu Adi Prasetyo (13) yang meninggal dunia usai insiden di SMPN 2 Sumberlawang. Ayah korban, Maryono masih tak percaya putranya akan pergi begitu cepat pada Selasa 7 April 2026.

Gurat kesedihan mendalam tak mampu disembunyikan Maryono. Dia ingin pelaku kekerasan fisik di sekolah itu dihukum setimpal.

Ditemui di rumah duka Rabu 8 April, Maryono menceritakan detik-detik memilukan saat dirinya pertama kali mendengar kabar musibah tersebut. Kabar itu datang dari salah satu kerabatnya, namun dengan informasi yang masih sangat samar.

"Awalnya saudara memberi tahu, tapi tidak cerita detail kejadiannya. Saya langsung diajak menuju ke Puskesmas Sumberlawang," ucap Maryono.

Sesampainya di puskesmas, firasat buruknya menjadi kenyataan. Dia melihat anak kedua dari tiga bersaudara telah terbujur kaku dengan seragam sekolah kebanggaan.

Didampingi sejumlah guru, Maryono kemudian mengawal proses evakuasi jenazah putranya menuju RSUD Sragen. Maryono lantas melihat dengan mata kepalanya sendiri, sejumlah luka di bagian wajah dan tubuh anaknya.

Hasil pemeriksaan yang dihimpun awak media memang didapati sejumlah luka pada tubuh bocah kelas VIII SMP Negeri 2 Sumberlawang itu. Wisnu meninggal dunia dengan mengalami hematoma (memar berat) pada kepala belakang, lecet pada dahi kanan dan dahi kiri.

Lantas memar pada mata kiri, lecet pada pipi kiri, memar pada pipi kiri, lecet bawah hidung, lecet pada bibir bagian bawah. Kemudian juga memar pada dada yang diduga menjadi penyebab korban meregang nyawa setelah kena tendangan di bagian ulu hati.

"Waktu melihat jenazah, saya lihat ada luka di bagian dahi dan mulut bagian bawah," ucap Maryono lirih.

Meski pihak sekolah sudah datang menemui keluarga untuk menyampaikan belasungkawa, Maryono mengaku hingga kini belum ada komunikasi dari pihak keluarga terduga pelaku. Termasuk perwakilan keluarga terduga pelaku yang datang menemui keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.

Terkait langkah selanjutnya, Maryono menyatakan tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Meski pihak kepolisian belum membeberkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) secara resmi, ia menuntut keadilan bagi putra tercintanya.

"Kami berharap ini semua bisa diproses secara hukum yang berlaku. Harus ada keadilan," ujar Maryono.

Hingga kini keluarga korban masih menunggu kepastian dari Satreskrim Polres Sragen terkait kelanjutan penyidikan.

Sementara itu, jenazah Wisnu sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat kemarin malam setelah seluruh proses pemeriksaan forensik dinyatakan rampung. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....