Jenazah Siswa SMPN 2 Sumberlawang Telah Dimakamkan, Polisi Periksa 5 Saksi

  • 08 Apr 2026 08:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Jenazah pelajar SMPN 2 Sumberlawang Kabupaten Sragen Wisnu Adi Prasetyo, (13) yang tewas di toilet sekolah telah dimakamkan Selasa 7 April malam. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen juga bergerak cepat melakukan penyelidikan dugaan kekerasan yang menyebabkan seorang siswa meregang nyawa di sekolah.

Satreskrim Polres Sragen setidaknya telah memeriksa lima orang saksi. Polisi juga telah menggelar olah TKP di SMP Negeri 2 Sumberlawang, Sragen.

"Saksi-saksi yang melihat juga kita hadirkan untuk lebih membuat terang gambaran situasi TKP. Terus kemudian proses ini masih berlangsung dan tentunya kami nanti akan melaksanakan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang melihat kejadian. Ada lima saksi," kata Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno, Selasa 7 April 2026.

Catur sendiri belum bisa merinci terkait kronologi maupun motif yang menyebabkan siswa berinisial WAP itu tewas. Ia mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut.

"Ya, ini kan baru olah TKP. Hasilnya olah TKP nanti kita apa namanya padukan dengan keterangan saksi-saksi. Kalau panjenengan tanya kronologi awal, tanya motif dan sebagainya, kami belum bisa menjawab," ucapnya.

Pihaknya tak ingin berspekulasi atas mengenai kronologi tewasnya pelajar yang diduga setelah terlibat percekcokan sesama siswa.

"Biarlah nanti kami sajikan secara utuh setelah kami tentunya mendapatkan alat bukti yang lengkap termasuk ya Scientific Crime Investigation, bukti ilmiah yang kami peroleh dari Tim Dokkes Polda Jateng ya," kata dia menjelaskan.

Jenazah Wisnu Adi Prasetyo, (13) Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen disemayamkan setelah visum di RSUD Sragen. (Foto: RRI/Dok PSC 119 Sragen)

Kepala SMP Negeri 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko mengatakan sebelum kejadian korban sempat bercanda dengan teman-temannya. Ia mengatakan, saat itu korban berada di dekat tembok lalu jatuh tersungkur.

"Kan awalnya hanya guyonan toh tadi. Hanya guyonan ngomong-ngomong itu dan kebetulan kejadiannya di tempat ada tembok itu tadi. Dari rekonstruksi korban jatuh tersungkur," ucapnya.

Agung mengatakan korban sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapat pertolongan. Nahasnya, WAP meninggal saat di puskesmas. "Ya tadi kan dibawa kawannya, begitu jatuh dibawa kawannya ke UKS. Sampai UKS diambil Bapak Guru langsung dibawa ke Puskesmas. Perjalanan masih sadar, tapi di Puskesmas tadi terus dinyatakan meninggal di Puskesmas," kata dia.

Informasi yang dihimpun kejadian saat suasana sekolah tengah memasuki jam pelajaran kosong. Pada saat itu, sejumlah siswa berada di luar kelas dan berkumpul di sekitar area sekolah.

Situasi tersebut terjadi adu mulut antara korban dan pelajar lain berinisial DTP (14) yang juga merupakan siswa kelas VIII di sekolah yang sama. Percekcokan dipicu oleh saling ejek di antara keduanya.

Ucapan yang dilontarkan korban diduga memancing emosi pelaku, yang semula berupa candaan akhirnya menjadi perkelahian hingga keduanya terlibat kontak fisik di area kamar mandi sekolah yang berada di lingkungan SMPN 2 Sumberlawang, Dukuh Brontok, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Seorang guru menunjukkan lokasi kejadian seorang siswa SMPN 2 Sumberlawang tewas setelah diduga terjadi percekcokan antarsiswa, Selasa 7 April siang. (Foto: RRI/Kolase Mulato Ishaan)

Dari hasil penyelidikan awal, polisi mendapati bahwa dalam insiden tersebut sempat terjadi aksi saling pukul dan tendang antara kedua siswa.

Terduga pelaku disebut sempat melayangkan tamparan ke bagian kepala korban. Korban kemudian membalas dengan tendangan ke arah tubuh lawannya.

Situasi yang sudah memanas itu berlanjut ketika pelaku kembali memberikan tendangan keras yang diduga mengenai bagian ulu hati korban. Usai terkena tendangan, korban dilaporkan langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Sejumlah siswa yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tak lama kemudian, pihak guru membawa korban ke fasilitas kesehatan Puskesmas Sumberlawang, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa korban tak terselamatkan.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sragen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kepentingan autopsi guna memastikan sebab kematian secara medis dan ilmiah.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Para saksi tersebut merupakan rekan-rekan sekolah korban dan pelaku yang diduga melihat langsung awal hingga puncak peristiwa.

Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji menegaskan bahwa seluruh proses hukum akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku, sembari tetap memperhatikan aspek perlindungan anak.

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap seluruh keterangan saksi maupun alat bukti yang ada. Proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami apakah ada faktor lain yang turut memicu insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya konflik sebelumnya di antara para siswa.

Dia menegaskan, peristiwa ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan, khususnya terkait pengawasan terhadap interaksi antar siswa di lingkungan sekolah. Insiden yang awalnya dipicu persoalan sepele dan ejekan antarpelajar itu berujung pada hilangnya satu nyawa.

AKP Sidarmaji juga mengimbau agar seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua, meningkatkan pengawasan dan pembinaan karakter anak, khususnya dalam hal pengendalian emosi. Lantas penyelesaian konflik antarsiswa serta pencegahan perundungan dan kekerasan fisik di lingkungan pendidikan.MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....