Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Siswa SMPN 2 Sumberlawang Tewas di Toilet

  • 07 Apr 2026 22:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Seorang pelajar SMPN 2 Sumberlawang Kabupaten Sragen Wisnu Adi Prasetyo, (13) tewas di toilet sekolah setelah menjadi korban kekerasan, Selasa 7 April siang. Kini kasus kekerasan di sekolah tersebut tengah dalam penyelidikan Satreskrim Polres Sragen.

Informasi yang dihimpun kejadian sekitar pukul 12.00 WIB saat jam istirahat. Korban sempat dilarikan ke Puskemas Sumberlawang namun dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi sudah turun tangan untuk menyisir Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencari titik terang motif dan kronologi kejadian yang menimpa siswa kelas VIII tersebut. Jenazah Wisnu lantas dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dilakukan visum.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Agus Yudho Praseno, tampak hadir langsung untuk mengawal proses awal penyelidikan. Pihaknya menegaskan bahwa kepolisian sedang bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang masuk.

"Saya baru mau ke TKP ini untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar AKP Agus Yudho saat dikonfirmasi di RSUD Sragen.

Meski demikian, Agus meminta semua pihak bersabar karena timnya bersama Polsek Sumberlawang masih mengumpulkan bukti-bukti fisik maupun keterangan saksi di lapangan.

"Kami sedang melakukan langkah-langkah penyelidikan. Belum saatnya disampaikan secara detail kepada teman-teman media. Mohon bersabar dulu, kita tindak lanjuti laporan yang ada," ucap dia.

Sementara itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen menerjunkan tim untuk menelusuri kronologi tewasnya siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sumberlawang yang diduga terlibat perkelahian pada Selasa siang.

Pihak dinas masih menunggu hasil visum resmi dari pihak kepolisian. Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP Disdikbud Sragen, Yuni Susilawati, mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan keterangan di lokasi kejadian. Namun, pihaknya menyebut kronologi pasti peristiwa tersebut masih simpang siur.

"Kami juga tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan datang ke sini juga sedang dalam rangka mencari kronologi kejadian. Nah, ini kami juga belum jelas, akhirnya nanti menunggu sampai hasil visum dari polisi muncul," ujar Yuni saat ditemui di lokasi.

Yuni mengonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan sesama siswa kelas 8. Ia juga menegaskan bahwa saat kejadian, aktivitas belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung normal.

""Sesama kelas 8. Iya (diduga perkelahian?) Tidak ada unsur dari bapak-ibu guru karena mereka juga ini sedang ada proses TKA (Tes Kemampuan Akademik), kemudian juga sedang proses pembelajaran," ucap dia.

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko, peristiwa maut di toilet sekolah tersebut melibatkan siswa yang duduk di bangku kelas delapan beda kelas..Selama ini, hubungan antarsiswa di sekolah tersebut dinilai berjalan normal sebagaimana lingkungan pendidikan pada umumnya.

Terkait penyebab pasti kematian, apakah akibat benturan benda tumpul atau serangan fisik tertentu, Agung mengaku tidak ingin berspekulasi. Ia memilih menyerahkan sepenuhnya kepada hasil autopsi medis dan penyelidikan kepolisian.

"Saya kurang tahu persis kalau soal itu. Tadi begitu mendapat kabar, saya langsung melapor ke dinas dan diminta segera merapat ke rumah sakit untuk mendampingi keluarga," ucap Agung. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....