Mengenal Hipotermia, Penyakit yang Kerap Mengintai saat Mendaki Gunung

  • 04 Okt 2026 13:34 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • mendaki gunung memiliki risiko kondisi medis serius, salah satunya hipotermia.
  • hipotermia adalah penurunan suhu tubuh drastis di bawah 35°C
  • Dipicu oleh paparan suhu dingin ekstrem
  • Dapat mengganggu fungsi organ vital

RRI.CO.ID, Surakarta – Mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas yang semakin diminati karena menawarkan pengalaman menikmati keindahan alam secara langsung. Dalam perjalanan menuju puncak, para pendaki dapat menyaksikan berbagai pemandangan alam yang menakjubkan. Namun, di balik keindahan tersebut, pendakian juga memiliki berbagai risiko yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah hipotermia.

Menurut dr. Reyner Vallant Tembelaka, Sp.OT, M.Kes.Klin – Dokter spesialis ortopedi dan Founder Dokter Pendaki, Hipotermia adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah 35°C, padahal suhu normal manusia berkisar antara 36–37°C. Kondisi ini biasanya dipicu oleh paparan suhu dingin yang ekstrem, sehingga tubuh kehilangan kemampuan untuk mempertahankan suhu internalnya.

Ketika terpapar suhu sangat rendah, panas tubuh hilang lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menghasilkannya kembali. Akibatnya, suhu organ-organ vital turun terlalu cepat dan tubuh tidak mampu mengompensasi penurunan tersebut.

Penderita hipotermia memerlukan penanganan medis segera karena dampaknya yang berpotensi fatal. Suhu tubuh yang terlalu rendah dapat mengganggu fungsi jantung, sistem saraf, dan organ vital lainnya, yang pada kasus ekstrem dapat berujung pada kematian.

Kondisi ini perlu diwaspadai oleh para pendaki, terutama saat berada di ketinggian dengan cuaca dingin, angin kencang,lingkunngan bersuhu rendah atau pakaian yang basah. Ketika mengalami tanda-tanda hipotermia dalam perjalanan pendakian, segera pindahkan ke tempat yang hangat, kering, dan aman.

Lepaskan pakaian basah dan hangatkan tubuh secara bertahap menggunakan pakaian tebal, selimut, sleeping bag, atau emergency blanket. Berikan kompres hangat dan kering pada dada, leher, atau lipatan paha.

Hindari menggosok atau memijat tubuh, terutama pada hipotermia berat. Jika tidak sadar, periksa pernapasan dan lakukan CPR bila diperlukan.

Jika penderita masih sadar, berikan makanan atau minuman hangat secara perlahan. Hindari alkohol, rokok, serta sumber panas secara langsung seperti air panas atau kompor karena dapat membahayakan penderita. Tetap perhatikan sumber panas pada jarak aman untuk menghangatkan tubuh secara bertahap. (Wiwik/Husni)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....