Mengungkap Dampak Pola Tidur terhadap Kesehatan dan Kehidupan

  • 30 Sep 2026 16:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sejumlah penelitian terbaru mengungkap adanya hubungan antara pola tidur dan berbagai aspek kesehatan manusia, mulai dari penuaan biologis hingga kesehatan jantung dan kehidupan kerja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tidur tidak hanya berkaitan dengan rasa lelah atau segar setelah bangun, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan dalam jangka panjang.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah penelitian menemukan bahwa tidur terlalu sedikit maupun terlalu banyak berkaitan dengan proses penuaan biologis yang lebih cepat. Para peneliti melihat hubungan antara durasi tidur dan kondisi berbagai organ tubuh, sehingga jumlah waktu yang dihabiskan untuk tidur menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan.

Selain jumlah waktu tidur, keteraturan jadwal tidur juga menjadi perhatian. Menurut ScienceDaily, penelitian dari University of Oulu menemukan bahwa perubahan waktu tidur dari malam ke malam berkaitan dengan meningkatnya risiko masalah kardiovaskular. Temuan ini menunjukkan bahwa memiliki jadwal tidur yang konsisten mungkin sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan durasi tidur.

Selain berdampak pada kesehatan fisik, kualitas tidur juga berkaitan dengan kesejahteraan psikologis dalam jangka panjang. Dilansir dari Medical Xpress, sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam SLEEP 2026 menemukan bahwa orang dewasa paruh baya dan lanjut usia yang mengalami masalah tidur memiliki tingkat psychological well-being yang lebih rendah hingga sembilan tahun kemudian. Hubungan tersebut bahkan terlihat lebih kuat pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Dampak tersebut bahkan dapat terlihat dalam kehidupan kerja. The Guardian melaporkan penelitian dari University of Turku yang menemukan bahwa gangguan tidur pada orang berusia di atas 50 tahun berkaitan dengan masa kerja yang lebih pendek. Peneliti memperkirakan bahwa masalah tidur dapat berhubungan dengan berkurangnya masa kerja hingga sekitar sembilan bulan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi memberikan cara baru bagi para ilmuwan untuk memahami apa yang terjadi ketika seseorang tidur. Reuters melaporkan bahwa peneliti menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis lebih dari 10.000 pemeriksaan tidur dan menemukan pola fisiologis yang berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan, termasuk gagal jantung, serangan jantung, gangguan kognitif, dan epilepsi.

Berbagai penelitian tersebut memperlihatkan bahwa tidur merupakan bagian penting dari kesehatan manusia yang tidak seharusnya diabaikan. Bukan hanya jumlah jam tidur yang perlu diperhatikan, tetapi juga keteraturan dan kualitas tidur, sementara perkembangan teknologi seperti AI dapat membantu para peneliti memahami dampaknya secara lebih mendalam. (Arifin/ Aksan – Mahasiswa Magang UNS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....