Memahami Kondisi Kesehatan Tubuh saat Bangun Tidur
- 30 Sep 2026 13:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta: Kondisi tubuh saat bangun tidur dapat menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kualitas istirahat seseorang sepanjang malam. Tubuh yang terasa segar dan bertenaga umumnya menunjukkan bahwa proses tidur berlangsung cukup baik.
Menurut Riezki Aulia, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, tidur yang berkualitas dapat membuat seseorang merasa tenang, pulih dan berenergi ketika bangun pada pagi hari. Pernyataan tersebut dimuat dalam situs resmi Kementerian Kesehatan, keslan.kemkes.go.id, melalui artikel “Menyegarkan Diri dengan Tidur yang Berkualitas” yang diterbitkan pada 2023.
| Baca juga: Gangguan Medis dari Minum Air Es Setiap Hari |
Artinya, rasa segar setelah membuka mata bukan sekadar soal sudah berapa lama seseorang tidur. Kualitas tidur juga dipengaruhi kemampuan tubuh mempertahankan tidur, minimnya gangguan selama malam, serta kemampuan kembali tertidur apabila sempat terbangun.
Hal berbeda dapat dirasakan ketika seseorang bangun dalam kondisi lelah, lesu atau sulit berkonsentrasi meskipun merasa sudah tidur cukup. Situs keslan.kemkes.go.id dalam artikel yang ditulis Didit Triono dari RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta pada 2024 menyebut kualitas tidur yang buruk dapat berkaitan dengan masalah fisik dan mental.
Kondisi saat bangun juga perlu dilihat bersama gejala lain, seperti sering terbangun di malam hari, sulit tidur kembali atau mengantuk berlebihan pada siang hari. Jika keluhan tersebut terjadi terus-menerus dan mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat.
Sementara itu, keslan.kemkes.go.id melalui artikel RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta pada 2026 menjelaskan bahwa tidur berkualitas ditandai antara lain dengan minim gangguan, tidur yang berkesinambungan dan perasaan segar ketika bangun.
Untuk membantu mendapatkan kondisi tubuh yang lebih bugar pada pagi hari, kebiasaan tidur perlu dijaga secara konsisten. Mengatur waktu tidur dan bangun, menciptakan kamar yang nyaman, serta membatasi penggunaan gawai menjelang tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.
Dengan demikian, rasa yang muncul ketika bangun tidur dapat menjadi salah satu bahan evaluasi sederhana terhadap pola istirahat sehari-hari. Namun, keluhan yang menetap sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat kurang tidur karena dapat memiliki penyebab lain yang perlu diperiksa secara medis. (Arifin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....