Kenali Kondisi Tubuh dari Perubahan Warna Kuku

  • 30 Agt 2026 18:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kuku bukan sekadar bagian tubuh yang menunjang penampilan. Perubahan warna kuku dapat menjadi salah satu tanda yang menunjukkan adanya perubahan kondisi kesehatan, meski tidak bisa dijadikan patokan untuk mendiagnosis penyakit secara mandiri.

Penelitian Emil Herdiana, Lia Saniah, dan Fitriani Reyta dalam Jurnal Accounting Information System (AIMS) tahun 2022 membahas deteksi penyakit melalui perubahan warna kuku menggunakan teknik image processing. Penelitian tersebut melibatkan peneliti dari Universitas Putra Indonesia Cianjur dan Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia.

Dalam penelitian itu disebutkan, kuku normal umumnya berwarna merah muda atau pink. Perubahan warna kuku kemudian dapat menjadi indikator yang perlu diperhatikan karena tubuh dapat memberikan respons tertentu ketika terjadi gangguan kesehatan.

Kuku yang tampak pucat, misalnya, dalam penelitian tersebut dikaitkan dengan kondisi kekurangan oksigen. Sementara itu, perubahan menjadi kekuningan serta munculnya garis hitam pada kuku juga dibahas sebagai tanda yang dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Penelitian Herdiana dan rekan-rekannya juga mengembangkan sistem berbasis pengolahan citra untuk membaca perubahan warna dan tekstur kuku. Hasil identifikasi sistem yang mereka kembangkan dilaporkan memiliki tingkat akurasi hingga 85 persen.

Meski demikian, perubahan warna kuku tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami penyakit tertentu. Kondisi kuku juga dapat dipengaruhi infeksi jamur, cedera, kebiasaan perawatan kuku, maupun faktor lainnya.

Karena itu, perubahan warna yang menetap, disertai perubahan bentuk, penebalan, kerapuhan, nyeri, atau keluhan lain sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih akurat.

Bagi masyarakat, memperhatikan perubahan pada kuku dapat menjadi bagian sederhana dari kebiasaan mengenali kondisi tubuh. Namun, pengamatan tersebut sebaiknya menjadi langkah awal untuk lebih peduli terhadap kesehatan, bukan pengganti pemeriksaan medis. (Arifin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....