Kemenkes Siap Salurkan Alat Tes Cepat dan Rontgen Mobile ke Seluruh Puskesmas

  • 28 Sep 2026 20:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat fasilitas diagnostik kesehatan di tingkat pelayanan primer guna mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC). Seluruh Puskesmas di Indonesia secara bertahap akan dilengkapi alat tes cepat modern dan rontgen mobile.

Komitmen peningkatkan sarana fasilitas kesehatan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Octavianus saat menghadiri Evaluasi Active Case Finding (ACF) TBC Jawa Tengah di Kabupaten Karanganyar, Minggu 28 September 2026.

Benyamin membeberkan bahwa Kemenkes mulai mendistribusikan alat diagnostik Near-Patient Point-of-Care (NPOC) ke seluruh Puskesmas. Alat ini dirancang untuk mendeteksi kuman TBC secara presisi melalui sampel dahak maupun tes usap (swab). Proses pemeriksaan sampel menggunakan alat NPOC terbilang sangat cepat dan dapat diandalkan untuk tindakan medis secepatnya.

“Bulan depan ada lebih dari 5.000 unit alat NPOC yang kita bagikan, jadi setiap Puskesmas dapat satu unit. Begitu pasien di-swab atau diperiksa dahaknya, kurang dari setengah jam hasilnya langsung keluar. Kalau positif, hari itu juga penderita langsung mendapatkan paket obat,” ujar Wakil Menteri Kesehatan.

Selain alat tes cepat, Kemenkes juga menyiapkan pengadaan alat X-ray mobile untuk ditempatkan di setiap Puskesmas serta X-ray portable berbobot 3 kilogram untuk pelayanan jemput bola ke posyandu dan balai desa. Langkah penguatan sarana dan prasarana Puskesmas ini juga diikuti dengan penyiapan sumber daya manusia di bidang medis.

“Untuk mendukung pengoperasian alat rontgen ini, pemerintah pusat tahun ini merekrut lebih dari 1.200 tenaga radiografer. Seluruh gaji radiografer tersebut ditanggung oleh pemerintah pusat agar Puskesmas bisa langsung mengoperasikan alat diagnostik secara presisi,” ujar.

Penguatan fasilitas kesehatan diagnostik ini disambut positif oleh jajaran pemerintah daerah dan dinas kesehatan. Langkah ini diharapkan mampu menghapus kendala keterlambatan penanganan pasien TBC di tingkat kecamatan dan desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....