Tidur di Kursi Sampai Berjam-jam, Amankah? Ini Penjelasannya
- 30 Sep 2026 14:13 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- Tidur di kursi sesekali tidak selalu berbahaya, namun tidak disarankan dijadikan kebiasaan karena dapat memengaruhi kualitas tidur dan kenyamanan.
- Tidur dalam posisi duduk yang lama dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah pada kaki dan masalah kesehatan lainnya akibat posisi tubuh yang tidak ideal.
- Bagi mereka yang terpaksa tidur dalam posisi duduk, disarankan untuk tetap bergerak secara berkala dan menjaga kecukupan cairan tubuh.
RRI.CO.ID, Surakarta - Tidur di kursi sering menjadi pilihan ketika seseorang merasa terlalu lelah, sedang bepergian, atau sekadar tertidur saat menonton televisi. Meski sesekali tidak selalu menimbulkan masalah, tidur dalam posisi duduk selama berjam-jam sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan karena posisi tubuh yang kurang ideal dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas tidur.
Menurut Sleep Foundation, tidur dalam posisi tegak pada dasarnya tidak selalu berbahaya dan pada kondisi tertentu justru dapat membuat sebagian orang lebih nyaman. Namun, tidur sambil duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko masalah akibat terlalu lama berada dalam posisi yang sama, termasuk risiko penggumpalan darah pada kaki. Karena itu, orang yang harus tidur dalam posisi duduk dianjurkan tetap bergerak secara berkala dan menjaga kecukupan cairan.
Selain masalah sirkulasi, posisi tidur di kursi juga dapat membuat leher, bahu, dan punggung berada dalam posisi yang kurang nyaman. Kursi pada umumnya tidak dirancang sebagai tempat tidur sehingga tidak selalu mampu menopang tubuh dan menjaga posisi tulang belakang selama berjam-jam.
Tidur di kursi juga dapat membatasi seseorang untuk mengubah posisi tubuh secara alami selama tidur. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa pegal atau nyeri ketika bangun, terutama apabila posisi kepala terlalu menunduk atau tubuh terlalu lama membungkuk.
Meski demikian, ada situasi tertentu ketika tidur dalam posisi lebih tegak dapat membantu. Sebagian orang dengan gangguan pernapasan tertentu atau kondisi medis tertentu dapat merasa lebih nyaman ketika bagian tubuh atas berada dalam posisi lebih tinggi. Namun, posisi tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan, bila dilakukan secara rutin karena keluhan kesehatan, perlu dikonsultasikan dengan tenaga medis.
Jika terpaksa tidur di kursi, usahakan memilih kursi yang dapat menopang punggung dengan baik, menjaga leher tetap dalam posisi nyaman, dan tidak membiarkan kaki berada dalam posisi yang sama terlalu lama. Jika memungkinkan, bangun dan bergerak secara berkala setelah terjaga untuk mengurangi kekakuan tubuh.
Pada akhirnya, tidur di kursi boleh dilakukan sesekali, tetapi bukan pilihan ideal untuk tidur malam dalam jangka panjang. Tempat tidur dengan posisi tubuh yang lebih leluasa umumnya lebih sesuai untuk memperoleh tidur yang nyaman. Jika seseorang terus-menerus hanya dapat tidur sambil duduk, terlebih disertai sesak napas, nyeri, pembengkakan kaki, atau keluhan lain, kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....