Begadang Lalu Tidur Pagi, Apa Bisa Menggantikan Manfaat Tidur Malam?
- 27 Jul 2026 00:12 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- Begadang sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang karena berbagai alasan seperti mengejar pekerjaan, mengerjakan tugas kuliah, menonton serial, atau bermain media sosial.
- Tidur siang memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk dan memulihkan sebagian kekurangan tidur, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan manfaat tidur malam karena ritme sirkadian tubuh dirancang untuk beristirahat saat malam hari.
- Kebiasaan begadang secara berulang tetap berdampak negatif pada konsentrasi, suasana hati, dan kesehatan tubuh meski seseorang mencoba tidur lebih lama keesokan paginya.
RRI.CO.ID, Surakarta - Begadang sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, mulai dari mengejar pekerjaan, mengerjakan tugas kuliah, menonton serial favorit, hingga sekadar bermain media sosial. Tak sedikit yang merasa tidak masalah begadang karena berpikir waktu tidur yang hilang bisa diganti dengan tidur lebih lama pada pagi atau siang hari. Lantas, benarkah tubuh bisa "membayar utang tidur" hanya dengan tidur setelah matahari terbit?
Menurut Sleep Foundation, tidur pada pagi atau siang hari memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk dan memulihkan sebagian kekurangan tidur. Namun, tidur di waktu tersebut tidak sepenuhnya menggantikan manfaat tidur malam karena ritme sirkadian atau jam biologis tubuh memang dirancang untuk beristirahat saat malam hari. Sementara itu kebiasaan begadang secara berulang tetap dapat berdampak pada konsentrasi, suasana hati, hingga kesehatan tubuh meskipun seseorang mencoba tidur lebih lama keesokan paginya.
Hal itu terjadi karena kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu tidur, tetapi juga kapan tidur dilakukan. Saat malam hari, tubuh memproduksi hormon melatonin yang membantu proses tidur berlangsung lebih nyenyak dan mendukung berbagai proses pemulihan, mulai dari perbaikan sel hingga penguatan sistem kekebalan tubuh. Ketika seseorang baru tidur pada pagi hari, proses alami tersebut tidak selalu berjalan secara optimal.
Meski begitu, tidur di pagi hari tetap lebih baik daripada tidak tidur sama sekali. Jika seseorang terpaksa begadang karena pekerjaan, perjalanan, atau kondisi tertentu, tidur setelahnya dapat membantu tubuh mengurangi kelelahan dan memulihkan sebagian fungsi otak. Namun, para ahli menilai hal ini sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan yang dilakukan terus-menerus.
Begadang yang berlangsung berulang kali juga dapat menyebabkan apa yang dikenal sebagai "utang tidur". Kondisi ini terjadi ketika tubuh terus-menerus kekurangan waktu istirahat sehingga rasa lelah menumpuk dari hari ke hari. Dalam jangka panjang, utang tidur dapat memengaruhi daya ingat, kemampuan berkonsentrasi, produktivitas, hingga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan jika tidak segera diperbaiki.
Lalu, apakah utang tidur bisa dilunasi? Jawabannya bisa, tetapi tidak secara instan. Tidur lebih lama pada akhir pekan atau setelah begadang memang dapat membantu memulihkan sebagian kekurangan tidur. Namun, cara terbaik tetap menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam dengan durasi sekitar tujuh hingga sembilan jam bagi orang dewasa agar ritme biologis tubuh tetap berjalan normal.
Jadi, tidur di pagi hari memang dapat membantu tubuh beristirahat setelah begadang, tetapi manfaatnya tidak sepenuhnya sama dengan tidur malam yang berkualitas. Sesekali begadang mungkin sulit dihindari, tetapi jika sudah menjadi kebiasaan, tidur di pagi hari bukanlah solusi yang ideal. Menjaga pola tidur yang teratur tetap menjadi cara terbaik agar tubuh dan pikiran dapat berfungsi secara optimal setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....