Tidur di Lantai Benarkah Lebih Sehat? Ini Manfaat dan Risikonya

  • 25 Sep 2026 07:11 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Sleep Foundation menyatakan bukti ilmiah mengenai manfaat tidur langsung di lantai masih terbatas dan belum memiliki konsensus yang kuat.
  • Sebagian orang merasa lebih nyaman tidur di lantai karena permukaan yang lebih dingin dan keras, namun sebagian lainnya mengalami rasa kaku atau nyeri.
  • Orang lanjut usia, mereka yang memiliki gangguan mobilitas, alergi, atau kondisi kesehatan tertentu perlu lebih berhati-hati dalam memilih permukaan tidur.

RRI.CO.ID, Surakarta - Tidur di lantai mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang. Namun, kebiasaan ini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat, baik karena alasan kenyamanan, tradisi, maupun untuk mendapatkan permukaan tidur yang lebih keras. Pertanyaannya, apakah tidur di lantai benar-benar lebih sehat dibandingkan tidur di kasur?

Sleep Foundation, lembaga kesehatan tidur yang berbasis di Amerika Serikat, menyebut bukti ilmiah mengenai manfaat tidur langsung di lantai masih terbatas. Sebagian orang dapat merasa lebih nyaman karena permukaannya lebih dingin dan keras, tetapi sebagian lainnya justru mengalami rasa kaku atau nyeri. Orang lanjut usia, mereka yang memiliki gangguan mobilitas, alergi, atau kondisi kesehatan tertentu juga perlu lebih berhati-hati.

Salah satu alasan orang memilih tidur di lantai adalah permukaannya yang lebih keras. Pada sebagian orang, permukaan yang lebih firm dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada punggung, terutama jika sebelumnya menggunakan kasur yang terlalu empuk. Namun, permukaan yang terlalu keras juga tidak otomatis lebih baik. Tanpa bantalan yang cukup, bagian tubuh seperti pinggul dan bahu dapat menerima tekanan lebih besar.

Suhu juga menjadi salah satu faktor yang membuat tidur di lantai terasa nyaman, terutama ketika cuaca panas. Lantai cenderung terasa lebih dingin sehingga dapat membantu orang yang mudah merasa kepanasan saat tidur. Suhu kamar yang lebih sejuk memang dapat mendukung kenyamanan tidur, tetapi lantai yang terlalu dingin juga bisa menjadi masalah, terutama bagi orang yang sensitif terhadap suhu rendah.

Di sisi lain, tidur di lantai memiliki risiko yang tidak boleh diabaikan. Permukaan lantai yang keras dapat menyebabkan tubuh terasa pegal ketika bangun, khususnya jika seseorang belum terbiasa. Selain itu, posisi tidur yang tidak tepat dapat membuat tulang belakang, leher, atau persendian berada dalam posisi yang kurang nyaman. Bagi orang yang sudah memiliki keluhan nyeri punggung, perubahan permukaan tidur justru bisa memperburuk rasa sakit.

Kebersihan juga menjadi perhatian penting. Posisi tubuh yang lebih dekat dengan lantai membuat seseorang berpotensi lebih banyak terpapar debu, tungau, atau alergen lainnya. Karena itu, jika ingin mencoba tidur di lantai, area tersebut perlu rutin dibersihkan dan sebaiknya menggunakan alas, tikar, futon, atau matras tipis yang tetap memberikan dukungan bagi tubuh. Bantal juga dapat disesuaikan dengan posisi tidur agar leher dan tulang belakang tetap berada dalam posisi yang nyaman.

Pada akhirnya, tidur di lantai bukan berarti otomatis lebih sehat daripada tidur di kasur. Kenyamanan dan kondisi tubuh setiap orang berbeda. Jika ingin mencobanya, lakukan secara bertahap, misalnya dengan tidur sebentar terlebih dahulu dan menggunakan alas yang cukup. Bila muncul nyeri yang menetap, kesemutan, atau gangguan tidur, sebaiknya kembali menggunakan permukaan tidur yang lebih sesuai. Bagi lansia atau orang yang kesulitan bangun dari lantai, tidur di tempat yang lebih tinggi juga dapat menjadi pilihan yang lebih aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....