Waspadai Konsumsi Berlebih Minuman Gula Aren

  • 30 Jul 2026 15:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Es kopi gula aren menjadi salah satu minuman favorit masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Rasanya yang khas membuat minuman ini digemari berbagai kalangan, terutama anak muda. Namun, di balik popularitasnya, masyarakat tetap perlu memperhatikan kandungan gula yang terdapat di dalamnya.

Banyak orang beranggapan gula aren lebih aman dibandingkan gula pasir karena berasal dari bahan alami. Persepsi tersebut mendorong sebagian konsumen merasa tidak perlu membatasi konsumsi minuman dengan pemanis gula aren. Padahal, istilah "alami" tidak selalu identik dengan lebih sehat apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Dalam artikel "Minuman Gula Aren: Berbahaya atau Tidak?" yang dimuat di Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI (ayosehat.kemkes.go.id) dan diakses pada Kamis, 30 Juli 2026, dijelaskan bahwa gula aren tetap mengandung sukrosa yang akan memberikan tambahan kalori serta dapat meningkatkan kadar gula darah apabila dikonsumsi melebihi kebutuhan tubuh.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa indeks glikemik gula aren memang sedikit lebih rendah dibandingkan gula pasir. Namun, perbedaan tersebut tidak cukup untuk menjadikan gula aren sebagai pemanis yang dapat dikonsumsi secara bebas tanpa memperhatikan porsinya.

Fakta lain yang sering luput dari perhatian adalah banyaknya bahan tambahan dalam minuman kekinian. Selain gula aren, minuman biasanya mengandung susu, krimer, sirup, atau aneka topping yang ikut menyumbang kalori dan gula tambahan. Akibatnya, kandungan energi dalam satu gelas minuman bisa jauh lebih tinggi daripada yang dibayangkan.

Pola konsumsi minuman manis secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, hingga penyakit jantung. Oleh sebab itu, menjaga keseimbangan pola makan dan mengurangi konsumsi minuman tinggi gula menjadi langkah penting untuk mempertahankan kesehatan dalam jangka panjang.

Masyarakat tetap dapat menikmati minuman gula aren selama dilakukan secara bijak. Mengurangi intensitas konsumsi, memilih kadar gula lebih rendah, serta menerapkan pola hidup sehat akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan sekadar mengganti jenis gula yang digunakan. (Arifin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....