Khasiat Kecombrang bagi Tubuh, Lebih dari Sekadar Bumbu Dapur

  • 20 Sep 2026 11:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kecombrang selama ini memiliki tempat khusus dalam tradisi kuliner Nusantara berkat aroma dan cita rasanya yang khas. Namun, edukasi kesehatan terkini mengajak masyarakat untuk melihat tanaman ini dari perspektif yang lebih luas, yakni sebagai bahan pangan fungsional yang menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.

Berdasarkan publikasi edukatif berupa infografik dari akun TikTok Hidup Sehat, kecombrang ditegaskan memiliki setidaknya tujuh khasiat kesehatan yang belum banyak diketahui publik. Tanaman ini kaya akan senyawa alami yang menunjang kebugaran fisik jika diintegrasikan ke dalam pola makan sehari-hari.

Fokus utama dari pemanfaatan kecombrang terletak pada perlindungan seluler. Menurut rilis edukasi tersebut, kecombrang kaya akan antioksidan, khususnya dari golongan polifenol dan flavonoid, yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain itu, keberadaan ragam vitamin dan senyawa bioaktif di dalamnya terbukti mampu mendukung daya tahan tubuh. Senyawa bioaktif ini juga menunjukkan potensi antiinflamasi, yang berarti konsumsi kecombrang secara teratur dapat membantu tubuh dalam mengendalikan proses peradangan.

Bagi masyarakat yang sedang mengadopsi gaya hidup sehat, kecombrang menawarkan solusi pangan yang ideal. Akun Hidup Sehat mencatat bahwa tanaman ini sangat baik untuk menunjang pola makan sehat karena mampu menambah variasi rasa pada sayuran tanpa menyumbang banyak kalori.

Di samping itu, bagian tanaman kecombrang yang lazim dikonsumsi merupakan sumber serat alami. Asupan serat ini berkontribusi langsung dalam melancarkan sistem pencernaan manusia.

Publikasi tersebut juga menyoroti temuan saintifik tahap awal terkait potensi antibakteri dan metabolisme. Sejumlah penelitian laboratorium mengindikasikan bahwa kecombrang memiliki aktivitas yang mampu melawan bakteri tertentu, serta berpotensi menstabilkan gula darah dan metabolisme tubuh.Masyarakat dapat mengolah bahan alami ini secara bervariasi, mulai dari menjadikannya lalapan segar, campuran sambal, bumbu pepes, hingga tumisan.

Meski demikian, pihak kreator memberikan peringatan keras (disclaimer) terkait klaim medis. Masyarakat diimbau untuk mengingat bahwa kecombrang bukanlah obat dan tidak dirancang untuk menggantikan prosedur pengobatan medis profesional. Bukti penelitian pada manusia masih bersifat terbatas, sehingga tanaman ini sebaiknya dikonsumsi dalam batas wajar sebagai bagian dari variasi pola makan sehat. (Lutfan-UIN RMS/Magang RRI)

Page break

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....