Obesitas Generasi Muda Perlu Diwaspadai

  • 14 Sep 2026 04:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Obesitas pada generasi muda menjadi perhatian karena berisiko memicu berbagai penyakit metabolik. Hal tersebut dibahas dalam OBSI, Jumat, 4 September 2026 bersama dr. Amelya Augusthina Ayusari, Sp.GK., M.Gizi.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUD Dr. Moewardi Surakarta itu mengatakan obesitas tidak cukup dinilai dari berat badan. Pemeriksaan komposisi tubuh diperlukan untuk mengetahui kadar lemak dan massa otot.

Menurut Amelya, faktor genetik tidak dapat diubah oleh seseorang. Namun, pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan manajemen stres masih dapat dikendalikan.

Ia menyebut prevalensi obesitas remaja Indonesia mencapai 12 hingga 16 persen. Sementara itu, lebih dari 20 persen dewasa muda mengalami obesitas atau berat badan berlebih.

Amelya menilai gaya hidup sedentari turut meningkatkan risiko obesitas generasi muda. Kemudahan memesan makanan dan hiburan melalui gawai membuat aktivitas fisik semakin berkurang.

Konsumsi minuman manis juga perlu diperhatikan karena menambah asupan gula harian. Amelya mengingatkan masyarakat untuk mengenali kandungan gula melalui label makanan dan minuman.

Obesitas juga tidak selalu terlihat dari bentuk tubuh seseorang. “Jawabannya tidak,” ujar Amelya saat menjelaskan bahwa tubuh ideal belum menjamin kesehatan metabolik.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dapat mencakup lingkar perut, tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Tiga kondisi tertentu sudah dapat mengarah pada sindrom metabolik.

Amelya mendorong peningkatan kesadaran kesehatan sejak usia muda melalui keluarga dan lingkungan sekolah. Sekolah juga perlu menyediakan makanan sehat dan mendorong aktivitas fisik bersama.

Ia menilai penanganan obesitas harus dilakukan bersama tanpa memberikan stigma kepada anak. “Memang harus bersama-sama,” kata Amelya. (CA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....