Kekurangan Zat Besi: Penyebab dan Risiko Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

  • 30 Agt 2026 18:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kekurangan zat besi sering kali dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan jika tidak segera ditangani. Zat besi dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat berujung pada anemia defisiensi besi.

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Salah satunya adalah pola makan yang rendah zat besi. Makanan seperti daging merah, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau menjadi sumber zat besi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh.

Kehilangan darah juga menjadi salah satu penyebab. Pada remaja perempuan, misalnya, menstruasi dapat meningkatkan risiko kehilangan zat besi. Selain itu, gangguan penyerapan zat besi akibat kondisi tertentu serta pertumbuhan yang berlangsung cepat juga dapat meningkatkan kebutuhan zat besi.

Menurut ayosehat.kemekes.go.id (diakses 20 Agustus 2026), kekurangan zat besi yang tidak ditangani dapat menyebabkan anemia defisiensi besi yang parah, masalah perkembangan kognitif dan fisik pada remaja, penurunan sistem kekebalan tubuh, hingga penyakit jantung atau masalah pernapasan.

Karena itu, pemenuhan zat besi melalui pola makan seimbang penting dilakukan. Pemeriksaan kesehatan juga diperlukan apabila muncul keluhan seperti mudah lelah, lemah, pucat, atau sulit berkonsentrasi. Penanganan yang tepat dapat mencegah kekurangan zat besi berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. (Arifin).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....