Waspadai Komplikasi akibat Stres Berkepanjangan
- 30 Agt 2026 18:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Stres menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tekanan pekerjaan, persoalan keuangan, konflik hubungan, perubahan hidup, hingga ketidakpastian masa depan dapat memicu stres.
Dalam kadar tertentu, stres bahkan bisa membuat seseorang lebih termotivasi. Namun, ketika berlangsung lama dan tidak dikelola, stres dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, stres merupakan reaksi fisik dan emosional ketika seseorang menghadapi perubahan lingkungan yang menuntut penyesuaian diri. Stres yang mengganggu pikiran, tubuh, kecemasan, serta aktivitas sehari-hari disebut sebagai distres. (ayosehat.kemekes.go.id, diakses 20 Agustus 2026).
Komplikasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi psikologis. Berdasarkan laman resmi Kemenkes, stres berkepanjangan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang penyakit.
Dampaknya juga bisa mengenai sistem pencernaan, antara lain perubahan berat badan, peningkatan asam lambung, hingga sindrom iritasi usus besar. Pada sistem kardiovaskular, stres yang tidak terkelola dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi, peningkatan denyut jantung, dan jantung berdebar.
Sementara pada sistem reproduksi, stres dapat memicu perubahan siklus menstruasi, penurunan libido, hingga masalah kesuburan. Kemenkes juga menyebut stres dapat meningkatkan risiko gangguan jiwa seperti depresi dan kecemasan.
Karena itu, stres sebaiknya tidak dianggap sepele. Istirahat cukup, olahraga, menjaga pola makan, bersosialisasi, melakukan relaksasi, serta mengenali pemicu stres dapat membantu mengelolanya. Jika gejala semakin parah, mengganggu aktivitas, berlangsung lebih dari dua minggu, atau muncul rasa putus asa, segera cari bantuan tenaga kesehatan.
Dengan mengenali tanda dan dampaknya sejak awal, pengelolaan stres dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Jangan menunggu sampai tubuh dan pikiran kewalahan sebelum meminta bantuan profesional. (Arifin).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....