Tidur Pagi setelah Begadang, Apakah Tubuh Mendapat Istirahat yang Sama?
- 28 Agt 2026 03:55 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- Tidur pagi tidak dapat sepenuhnya menggantikan manfaat tidur malam karena perbedaan ritme sirkadian tubuh manusia.
- Ritme sirkadian dipengaruhi oleh pergantian terang dan gelap, sehingga tubuh secara alami dirancang untuk tidur pada malam hari dan terjaga pada siang hari.
- Sleep Foundation, organisasi informasi kesehatan tidur asal Amerika Serikat, menjelaskan bahwa jam biologis manusia mengatur siklus tidur dan bangun selama 24 jam sesuai pola alami.
RRI.CO.ID, Surakarta - Tidur yang cukup menjadi salah satu kunci untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Namun, karena pekerjaan, aktivitas, atau kebiasaan begadang, sebagian orang baru bisa tidur saat pagi hari dan menganggap waktu tidur tersebut dapat sepenuhnya menggantikan tidur malam. Pertanyaannya, apakah tidur pagi benar-benar memberikan manfaat yang sama dengan tidur pada malam hari?
Mengutip Sleep Foundation, organisasi informasi kesehatan tidur asal Amerika Serikat, tubuh manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun selama 24 jam. Ritme ini secara alami dipengaruhi oleh pergantian terang dan gelap, sehingga tidur pada malam hari dan terjaga pada siang hari merupakan pola yang paling selaras dengan jam biologis sebagian besar manusia.
Artinya, tidur pada pagi atau siang hari memang tetap dapat membantu tubuh mendapatkan waktu istirahat dan mengurangi rasa lelah. Namun, waktu tidur yang berbeda dari pola alami tubuh berpotensi membuat kualitas tidur tidak sama dengan tidur malam. Cahaya matahari, kebisingan, dan aktivitas di lingkungan sekitar juga dapat membuat seseorang lebih sulit mendapatkan tidur yang nyenyak pada siang hari.
Hal serupa juga dijelaskan oleh National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat. Penelitian yang dipublikasikan lembaga tersebut menunjukkan bahwa pola terjaga pada malam hari dan tidur pada siang hari dapat mengganggu ritme metabolisme tubuh. Perubahan jadwal tidur tidak selalu membuat seluruh sistem jam biologis tubuh langsung menyesuaikan diri dengan pola yang baru.
Meski demikian, bukan berarti orang yang bekerja pada malam hari tidak bisa mendapatkan istirahat yang cukup. Pekerja dengan sistem shift, misalnya, tetap perlu mengatur jadwal tidur secara konsisten dan menciptakan lingkungan yang mendukung istirahat. Kamar yang gelap, sejuk, dan tenang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur meskipun waktu tidur dilakukan pada pagi atau siang hari.
Tidur pagi juga tidak selalu bisa dianggap sebagai cara untuk “membayar lunas” kurang tidur pada malam sebelumnya. Harvard Health, media kesehatan dari Harvard Medical School di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa tidur siang dapat membantu mengurangi rasa kantuk dalam kondisi tertentu, tetapi tidur yang terlalu lama pada siang hari juga berpotensi mengganggu waktu tidur berikutnya. Karena itu, menjaga pola tidur yang teratur tetap menjadi hal penting bagi kesehatan. (Harvard Health)
Dengan demikian, tidur pagi memang dapat membantu memenuhi kebutuhan istirahat, tetapi bagi kebanyakan orang belum tentu sepenuhnya menggantikan manfaat tidur malam yang selaras dengan ritme biologis tubuh. Yang paling penting adalah memperoleh durasi tidur yang cukup, berkualitas, dan dilakukan dengan jadwal yang konsisten. Jika seseorang terus mengalami kesulitan tidur atau tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....