Paparan Sinar Matahari Bantu Vitamin D, tetapi Berlebihan Rusak Kulit
- 26 Agt 2026 23:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting bagi kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Namun, paparan berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit dan kanker kulit.
Health.com menyebutkan, sebagian besar orang dapat memperoleh vitamin D dengan paparan sinar matahari sekitar 5–30 menit pada lengan dan kaki, beberapa kali dalam sepekan.
Kebutuhan paparan matahari setiap orang tidak sama. Warna kulit, lokasi, musim, dan waktu dalam sehari dapat memengaruhi kemampuan tubuh memproduksi vitamin D dari sinar matahari.
| Baca juga: Waspadai Penyakit Ini saat Musim Kemarau |
Orang dengan warna kulit lebih gelap memiliki lebih banyak melanin yang dapat mengurangi kemampuan kulit menghasilkan vitamin D. Kondisi tersebut dapat membuat kebutuhan paparan sinar matahari menjadi lebih lama.
Meski demikian, paparan sinar ultraviolet atau UV tidak memiliki batas yang sepenuhnya aman menurut American Academy of Dermatology. Organisasi tersebut menyarankan pemenuhan kebutuhan vitamin D melalui makanan dan suplemen.
Paparan matahari mulai berisiko ketika cukup kuat hingga menyebabkan kulit menjadi kecokelatan atau terbakar. Dokter kulit Shamsa Kanwal mengatakan, tidak ada istilah kulit menjadi kecokelatan secara sehat karena kondisi tersebut merupakan tanda kerusakan akibat paparan UV.
Indeks UV, waktu dan durasi berada di luar ruangan turut memengaruhi risiko kerusakan kulit. Ketika indeks UV mencapai tiga atau lebih, masyarakat disarankan melindungi kulit, terutama saat berada di bawah sinar matahari langsung atau pada jam dengan paparan tinggi.
Kerusakan kulit akibat paparan matahari dalam jangka panjang dapat menyebabkan penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit. Tanda awal kerusakan antara lain kulit terbakar, keriput, bintik hitam, pembuluh darah kecil yang rusak, serta perubahan pada tahi lalat atau munculnya benjolan tertentu.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan menggunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih. Perlindungan juga dapat dilakukan dengan mengenakan pakaian pelindung UV, topi bertepi lebar, kacamata hitam, serta mencari tempat teduh, terutama saat indeks UV tinggi. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....