Kopi atau Teh, Mana Lebih Nendang?
- 26 Agt 2026 07:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak orang merasakan efek yang berbeda setelah menikmati secangkir kopi dan teh, meskipun keduanya sama-sama mengandung kafein. Kopi sering diasosiasikan dengan rasa lebih terjaga dan berenergi, sementara teh kerap memberikan sensasi yang lebih tenang dan fokus.
Mengutip akun Instagram @prof.zulys, perbedaan tersebut tidak hanya ditentukan oleh jumlah kafein, tetapi juga oleh komposisi senyawa lain di dalam minuman. Teh, misalnya, mengandung L-theanine, asam amino yang diketahui dapat berinteraksi dengan kafein dan memengaruhi perhatian serta suasana hati.
Kafein sendiri bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat, salah satunya melalui penghambatan reseptor adenosin yang berkaitan dengan rasa kantuk. Karena itu, konsumsi kafein dapat membuat seseorang merasa lebih waspada dan tidak mudah mengantuk.
Sementara itu, keberadaan L-theanine membuat pengalaman mengonsumsi teh bisa terasa berbeda. Sejumlah penelitian menemukan bahwa kombinasi L-theanine dan kafein dapat memberikan efek positif pada beberapa aspek perhatian dan fungsi kognitif, meski besarnya efek dapat berbeda pada setiap orang.
Selain kafein dan L-theanine, teh juga memiliki berbagai senyawa bioaktif lain seperti polifenol dan katekin. Kombinasi berbagai komponen tersebut membuat respons tubuh terhadap teh tidak selalu identik dengan efek secangkir kopi.
Menariknya, senyawa seperti kafein, L-theanine, teobromin, hingga kapsaisin juga berkaitan dengan mekanisme pertahanan alami tanaman. Bagi tumbuhan, senyawa tersebut dapat berperan sebagai bagian dari strategi bertahan hidup, sedangkan pada manusia efeknya berubah ketika senyawa tersebut dikonsumsi dan berinteraksi dengan sistem saraf.
| Baca juga: Fakta dan Mitos tentang Minum Kopi |
Itulah sebabnya dua minuman yang sama-sama mengandung kafein dapat memberikan pengalaman yang terasa berbeda. Faktor lain seperti dosis kafein, komposisi minuman, kondisi tubuh, hingga sensitivitas masing-masing orang juga ikut menentukan apakah seseorang merasa lebih berenergi, fokus, atau justru lebih rileks.
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa efek L-theanine dan kombinasi L-theanine dengan kafein terhadap kognisi dan suasana hati memang menjanjikan, tetapi hasil penelitian belum berarti setiap orang pasti mengalami efek yang sama. Dengan kata lain, sensasi "kopi bikin melek, teh bikin tenang" memiliki dasar biologis, tetapi respons tubuh tetap bersifat individual.
Jadi, perbedaan antara kopi dan teh bukan sekadar persoalan selera atau kebiasaan. Di balik setiap tegukan, terdapat kombinasi senyawa alami yang berinteraksi dengan tubuh dan menghasilkan pengalaman yang berbeda.
(Ridho Wicaksono)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....