Gizi Seimbang Penting untuk Dukung Pemulihan Pasien ODGJ

  • 24 Agt 2026 22:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta — Penerapan gizi seimbang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Selain mendukung kondisi tubuh, pola makan yang baik juga dapat membantu menunjang proses pemulihan pasien selama menjalani perawatan.

Nutrisionis RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta, Pratiwi Retno Yuliarti, menjelaskan bahwa prinsip gizi seimbang bagi pasien ODGJ pada dasarnya tidak berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Gizi seimbang merupakan pemenuhan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah sesuai kebutuhan tubuh.

Menurutnya, perhatian terhadap pemenuhan gizi pasien ODGJ perlu ditingkatkan karena kelompok tersebut memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan fisik. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh keterbatasan dalam melakukan perawatan diri maupun efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu.

Penggunaan obat antipsikotik dan antidepresan dalam jangka panjang, misalnya, pada sebagian pasien dapat meningkatkan nafsu makan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan berat badan, obesitas, hingga gangguan metabolik apabila tidak diimbangi dengan pola makan dan aktivitas fisik yang tepat.

Sejumlah masalah gizi juga dapat ditemukan pada pasien ODGJ, mulai dari kebiasaan makan berlebihan, menolak makan hingga mengalami malnutrisi, serta memilih makanan tertentu. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kondisi psikologis yang dialami pasien sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan dari keluarga maupun tenaga kesehatan.

Dalam penerapannya, pasien dianjurkan mengonsumsi makanan dengan komposisi yang seimbang serta membatasi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat berlebihan. Konsumsi buah dan sayuran yang kaya serat juga perlu ditingkatkan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

Selain pengaturan pola makan, aktivitas fisik ringan juga dapat dilakukan sesuai kondisi pasien. Jalan santai atau aktivitas fisik ringan lainnya selama sekitar 30 menit sehari dapat membantu menjaga kebugaran dan berat badan, sekaligus mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Meski demikian, Pratiwi menegaskan bahwa pemenuhan gizi tidak dapat menggantikan pengobatan medis. Pola makan sehat berperan sebagai bagian dari perawatan yang perlu berjalan bersama pengobatan dan pemantauan dari dokter serta tenaga kesehatan lainnya.

Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pasien. Keluarga dapat membantu memberikan motivasi untuk makan secara teratur, mendampingi pasien menjalankan pola hidup sehat, serta memastikan pengobatan tetap dijalankan sesuai anjuran dokter agar risiko kekambuhan dapat diminimalkan.

Pemantauan status gizi dilakukan secara berkala melalui penimbangan berat badan dan pemeriksaan kesehatan tertentu, termasuk kadar gula darah dan kolesterol ketika pasien menjalani kontrol. Dengan pemantauan tersebut, perubahan kondisi pasien dapat diketahui lebih dini dan penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. (Hanan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....