Rahasia Sendi Tetap Kuat sampai Usia Tua
- 13 Agt 2026 21:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA – Menjaga kesehatan sendi sebaiknya tidak baru dilakukan ketika memasuki usia lanjut. Kebiasaan sejak usia muda, mulai dari menjaga berat badan, rutin bergerak, hingga memperkuat otot, turut menentukan kondisi sendi pada masa tua.
Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Ortopedi RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, dr. Hillan Akbar, Sp.OT, dalam program Obrolan Siang RRI Surakarta, Jumat, 31 Juli 2026, dengan tema “Menjaga Sendi Tetap Sehat sampai Usia Tua”. Menurut dr. Hillan, keluhan sendi pada usia lanjut tidak selalu semata-mata disebabkan faktor usia, tetapi dapat menjadi hasil dari bagaimana seseorang menjaga dan menggunakan sendinya sejak usia muda.
“Semua yang muncul di usia tua itu adalah hasil dari bagaimana kita menjaga sendi di usia muda,” ujar dr. Hillan. Ia mengibaratkan sendi seperti ban kendaraan yang akan mengalami keausan seiring pemakaian, tetapi beban berlebih, aktivitas terlalu tinggi, teknik olahraga yang tidak tepat, maupun riwayat cedera dapat mempercepat kerusakannya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan sejak muda adalah menjaga berat badan agar tidak memberikan beban berlebih pada sendi. Menurut dr. Hillan, berat badan yang berlebihan membuat sendi menerima tekanan lebih besar sehingga berpotensi mempercepat proses keausan, terutama pada sendi penopang tubuh seperti lutut.
Selain menjaga berat badan, olahraga tetap diperlukan untuk mempertahankan kesehatan dan fungsi sendi. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, hingga latihan beban dapat dilakukan dengan intensitas yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, karena “sendi sendiri itu sebenarnya mendapatkan nutrisi dari bergerak,” ucapnya.
Penguatan otot juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sendi karena sendi tidak bekerja sendiri dalam menopang tubuh. Otot di sekitar paha, betis, dan bagian tubuh lainnya membantu menjaga stabilitas sendi, khususnya pada lutut dan tungkai, sehingga aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Dr. Hillan mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda awal gangguan sendi agar dapat segera memperoleh penanganan. Nyeri yang berlangsung lebih dari satu hingga dua minggu, disertai bengkak, kekakuan sendi pada pagi hari, atau mulai mengalami kesulitan berjalan jauh, menjadi kondisi yang sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis.
Masyarakat juga diminta tidak sembarangan melakukan pijat setelah mengalami cedera akibat benturan atau terjatuh. Jika muncul nyeri dan bengkak, dr. Hillan menyarankan penanganan awal berupa kompres dingin, sedangkan pijat sebaiknya dilakukan setelah dipastikan tidak terdapat patah tulang dan cedera tidak lagi berada pada fase awal.
Bagi masyarakat yang banyak duduk saat bekerja, dr. Hillan menyarankan untuk menyelingi aktivitas dengan peregangan dan berjalan ringan agar tubuh tidak berada dalam posisi statis terlalu lama. “Sekali lagi saya sampaikan, saya tekankan bahwa kita sedang menabung untuk kesehatan sendi kita di masa tua,” katanya.
Menurut dr. Hillan, kesehatan sendi pada usia lanjut bukan hanya persoalan pertambahan usia, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan dan aktivitas yang dilakukan sejak sekarang. Karena itu, menjaga berat badan, rutin bergerak, memperkuat otot, serta memperhatikan teknik aktivitas fisik menjadi bentuk investasi kesehatan untuk mempertahankan fungsi sendi hingga usia tua. (Citra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....