Pilates atau Strength Training, Mana yang Dibutuhkan Wanita dalam Jangka Panjang?

  • 18 Sep 2026 13:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pilates dan strength training sama-sama dapat menjadi bagian dari pola olahraga wanita dalam jangka panjang. Keduanya memiliki manfaat berbeda, sehingga pilihan latihan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh, tujuan kesehatan, aktivitas sehari-hari, dan jenis olahraga yang dapat dilakukan secara konsisten.

Health.com dalam artikel "Is Pilates or Strength Training Right for You?" menyebutkan bahwa strength training atau latihan kekuatan berperan dalam meningkatkan kekuatan tubuh secara menyeluruh. Latihan ini juga dapat membantu memperkuat tulang, sendi, dan jaringan ikat sehingga aktivitas sehari-hari seperti membawa barang atau menaiki tangga dapat dilakukan dengan lebih mudah dan aman.

Selain meningkatkan kekuatan otot, latihan kekuatan secara rutin dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, antara lain mendukung kesehatan metabolisme, mobilitas, fungsi kognitif, serta membantu menurunkan risiko kematian dini. Latihan dengan beban juga memberikan rangsangan agar tubuh beradaptasi terhadap beban dan tekanan yang diberikan secara bertahap.

Sementara itu, Pilates lebih menekankan gerakan yang terkontrol dengan melibatkan fase otot memendek dan memanjang. Latihan ini dapat membantu meningkatkan mobilitas dan postur tubuh, mengaktifkan kelompok otot tertentu, meningkatkan suasana hati, serta membuat tubuh tetap aktif bergerak.

Namun, bukti mengenai kemampuan Pilates dalam meningkatkan kekuatan secara signifikan masih lebih terbatas dibandingkan latihan kekuatan. Karena itu, manfaat Pilates sebaiknya tidak dipahami hanya dari klaim perubahan bentuk tubuh, tetapi juga dari aspek mobilitas, kontrol gerak, postur, dan kenyamanan tubuh saat beraktivitas.

Bagi wanita yang ingin mempertahankan kekuatan tubuh dalam jangka panjang, latihan kekuatan dapat menjadi salah satu komponen penting dalam rutinitas olahraga. Jenis latihan ini tidak hanya berkaitan dengan pembentukan otot, tetapi juga mendukung kemampuan tubuh menjalankan aktivitas fungsional sehari-hari.

Di sisi lain, Pilates dapat menjadi pilihan bagi wanita yang membutuhkan latihan dengan fokus pada mobilitas, postur, dan kesadaran terhadap gerakan tubuh. Health.com juga mencatat bahwa jenis olahraga yang paling sesuai dapat berbeda bagi setiap orang, tergantung kondisi dan tujuan pada saat tertentu.

Keduanya juga tidak harus dipertentangkan. Dalam artikel tersebut, Alexander Rothstein dari New York Institute of Technology menyarankan latihan kekuatan selama 30–60 menit sebanyak dua hingga tiga kali seminggu, yang dapat dilengkapi dengan Pilates dua hingga tiga kali seminggu. Kombinasi tersebut dinilai dapat membantu tubuh menjadi lebih lincah dan siap menghadapi berbagai aktivitas sehari-hari.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah konsistensi. Lauren Colenso-Semple, peneliti bidang fisiologi perempuan, olahraga, dan nutrisi, mengatakan bahwa aktivitas fisik apa pun dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, sementara olahraga yang disukai seseorang cenderung lebih mudah dilakukan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, kebutuhan wanita dalam jangka panjang bukan semata-mata memilih Pilates atau strength training, melainkan membangun rutinitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan dapat dipertahankan secara konsisten. Strength training dapat digunakan untuk memperkuat tubuh, sedangkan Pilates dapat melengkapi latihan melalui aspek mobilitas dan postur, sehingga keduanya dapat ditempatkan dalam satu pola olahraga yang seimbang. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....