Hubungan Pola Makan dan Resiko Diabetes

  • 30 Jul 2026 20:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Perubahan pola makan masyarakat yang semakin bergantung pada makanan tinggi gula, lemak, dan kalori menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kasus diabetes melitus di Indonesia.

Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis, makanan cepat saji, serta rendahnya asupan serat membuat risiko gangguan metabolisme meningkat sejak usia produktif.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola makan memiliki hubungan erat dengan munculnya diabetes melitus. Bukan hanya jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga jenis dan jadwal makan berperan dalam menjaga kestabilan kadar gula darah. Pola makan yang tidak seimbang dalam jangka panjang dapat mempercepat terjadinya resistensi insulin.

Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian Ayu Calosa Aulia Naibaho dan Monalisa Sitompul dari Universitas Advent Indonesia melalui jurnal "Hubungan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Melitus di Pemukiman Rumah Susun Taman Sari Kota Bandung" yang diterbitkan dalam PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat tahun 2025.

Penelitian itu menyimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan tingkat risiko diabetes melitus, sehingga pengaturan konsumsi makanan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit.

Hasil serupa juga disampaikan Puan Maulida Syifa Rizqi, Sentia Dewi, Wuni Barokah, dan Nofi Susanti dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dalam penelitian berjudul "Hubungan Usia, Jenis Kelamin terhadap Pola Makan dan Risiko Diabetes Melitus di Desa Air Hitam" yang dipublikasikan pada Jurnal Kesehatan Tambusai tahun 2024. Para peneliti menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan gula secara terus-menerus dapat meningkatkan kadar glukosa darah sehingga memperbesar risiko diabetes melitus.

Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa pengendalian diabetes tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi harus dibarengi dengan perubahan pola makan. Dalam artikel "Pola Makan Sehat pada Pasien Diabetes Melitus" yang ditulis Her Kurniawati pada tahun 2024, dijelaskan bahwa prinsip 3J, yaitu tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat jadwal makan, merupakan pedoman penting untuk menjaga kestabilan gula darah dan mencegah komplikasi diabetes.

Kementerian Kesehatan RI melalui publikasi "Cegah Meningkatnya Diabetes, Jangan Berlebihan Konsumsi Gula, Garam, Lemak" tahun 2024 juga mengimbau masyarakat membatasi konsumsi gula maksimal 50 gram per hari, garam 5 gram per hari, dan lemak 67 gram per hari. Pembatasan tersebut merupakan langkah sederhana namun efektif untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular, termasuk diabetes.

Menerapkan pola makan sehat sejak dini merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, serta membatasi makanan olahan dan minuman berpemanis menjadi langkah nyata yang dapat dilakukan setiap orang.

Dengan disiplin menjaga pola makan, risiko diabetes dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut. (Arifin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....