Sragen Perkuat Tracing TBC, Bhabinkamtibmas Sasar Desa

  • 28 Jul 2026 21:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Upaya menemukan kasus sekaligus memutus mata rantai penularan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sragen diperkuat melalui kolaborasi antara Bhabinkamtibmas dan petugas pemberantasan TBC atau PPTB di Puskesmas.

Bhabinkamtibmas dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tracing hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Peran ini menjadi penting karena personel Bhabinkamtibmas telah lama terjun dan berinteraksi dengan masyarakat.


Kasi Kedokteran dan Kesehatan Polres Sragen, Pembina Rahmat Supriyanto, mengatakan sebelum melakukan tracing, para Bhabinkamtibmas terlebih dahulu mendapatkan pelatihan.

"Ini dilakukan karena pengetahuan kesehatan yang dimiliki Bhabinkamtibmas berbeda dengan petugas PPTB Puskesmas yang merupakan tenaga kesehatan," katanya saat menjadi narasumber dialog interaktif RRI Surakarta, Selasa 28 Juli.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas tidak bekerja sendiri. Mereka berkoordinasi dengan PPTB Puskesmas yang memiliki data kasus dan menjadi pusat informasi melalui Sistem Informasi Tuberkulosis atau SITB.

Setelah data kasus diterima, petugas PPTB Puskesmas bersama Bhabinkamtibmas turun ke lapangan untuk melakukan investigasi kontak. Tracing dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC. Setidaknya delapan kontak erat ditelusuri dari setiap satu kasus TBC.

“Jadi di dalam grup whatsapp ada jumlah terkonfirmasi yang telah dilaksanakan kemudian ada rencana tindak lanjut berapa IKA atau investigasi kontak atau tracing yang akan dilakukan kemudian dari grup itu selama kerja sama ini terdapat kurang lebih 200 terkonfirmasi, “ujarnya.

Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan warga yang menunjukkan gejala atau terindikasi positif, maka tracing tidak berhenti. Kontak erat dari kasus baru tersebut kembali dilacak untuk menemukan kemungkinan penularan berikutnya.

Proses tersebut dilakukan secara berantai. Bhabinkamtibmas membantu petugas kesehatan menjangkau masyarakat, termasuk warga yang mungkin menutup diri atau enggan memeriksakan kondisi kesehatannya karena stigma terhadap penyakit TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr. Sri Subekti, mengatakan kolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dinilai efektif dan efisien dalam memperluas jangkauan tracing.

Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat membantu melakukan edukasi, pendampingan, dan pemantauan terhadap kontak erat maupun penderita TBC.

Kehadiran Bhabinkamtibmas juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga warga lebih terbuka untuk menjalani pemeriksaan.

Ini satu-satunya Polda yang ada di Indonesia yang sudah me-launching program tracing TBC bersama Bhabinkammas. Jadi, karena kita nakes itu juga terbatas. Berkolaborasi sama Bhabinkamtibmas itu sangat-sangat efektif dan efisien untuk melakukan tracing," ujar dr. Sri Subekti.

Dinas Kesehatan menegaskan, semakin banyak kasus yang ditemukan melalui tracing bukan berarti kondisi semakin buruk. Sebaliknya, penemuan kasus lebih awal memungkinkan penderita segera mendapatkan pengobatan sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Kolaborasi Bhabinkamtibmas dan petugas kesehatan ini diharapkan terus berjalan untuk mempercepat penemuan kasus TBC dan mendukung target eliminasi TBC pada 2030. (Lidia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....