Dinkes Sragen Temukan 998 Pasien TBC Baru di 2026
- 20 Jul 2026 11:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen terus memasifkan upaya pelacakan (tracing) kasus Tuberkulosis (TBC). Sepanjang semester pertama hingga bulan Juli 2026, Dinkes Sragen mencatat temuan kasus baru yang hampir menyentuh angka 1.000 pasien secara real-time.
Hal tersebut diungkapkan oleh Fungsional Epidemiologi Muda Pengelola Program TB Dinkes Sragen, Endang Suryandari, saat ditemui di Kantor Dinkes Sragen, Sabtu 18 Juli 2026.
"Sampai bulan Juli ini, kita sudah menemukan sekitar 998 pasien TBC baru yang tercatat secara real-time. Dari jumlah tersebut, sebanyak 991 pasien masuk kategori TBC Sensitif Obat (SO) dan 7 pasien lainnya terkonfirmasi TBC Resisten Obat (RO)," ujarnya.
Langkah agresif dalam penemuan kasus ini juga berdampak pada melonjaknya jumlah warga berstatus terduga (suspek) TBC yang berhasil dijangkau. Saat ini, total akumulasi terduga TBC yang tercatat mencapai 8.180 orang, di mana 7.721 di antaranya telah diperiksa sesuai standar pelayanan kesehatan.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (Semester I-2025), penemuan jumlah terduga TBC yang sesuai standar mengalami kenaikan yang sangat signifikan, yakni dari 5.994 orang menjadi 7.463 orang pada Semester I-2026.
Kenaikan angka ini dinilai sebagai keberhasilan dari sistem pelacakan yang kian aktif dan evaluasi berkala yang diintegrasikan dengan penanganan stunting setiap pekannya.
Guna memutus rantai penularan yang lebih luas, Dinkes Sragen menyadari bahwa sektor kesehatan tidak bisa bergerak sendiri. Dinkes kini resmi menjalin kerja sama lintas sektoral dengan Polres Sragen, yang juga melibatkan peran aktif Bhabinkamtibmas dalam melakukan Investigasi Kontak (IK).
Kerja sama yang baru berjalan sekitar satu bulan terakhir ini terbukti memberikan dampak positif. Sejak 13 Juni hingga 14 Juli 2026, petugas Bhabinkamtibmas bersama tim TB berhasil melakukan tracking terhadap 190 orang kontak erat yang bersumber dari 88 indeks kasus pasien TBC.
Sebelum terjun ke lapangan membawa sampel dahak dan melakukan pendampingan, sekitar 180-an personel Bhabinkamtibmas telah dibekali pelatihan khusus oleh Dinas Kesehatan.
"Para personel Bhabinkamtibmas kami edukasi terlebih dahulu mengenai informasi dasar TBC, cara melakukan investigasi kontak, hingga protokol keselamatan diri seperti kewajiban memakai masker dan sarung tangan medis agar mereka tidak tertular," jelasnya.
Selain Polri, program pelacakan kasus TB di Bumi Sukowati ini juga dibantu oleh mitra dari lembaga swadaya masyarakat Mentari Sehat Indonesia (MSI) melalui pendanaan dari Global Fund. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....