Rahasia Mengapa Orang Tua Selalu Mengajarkan Anak Tidur Siang

  • 29 Jul 2026 19:49 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Tidur siang membantu memenuhi kebutuhan tidur harian anak, terutama pada balita dan anak usia prasekolah yang belum mampu mencukupi waktu istirahat hanya dari tidur malam.
  • Menurut American Academy of Sleep Medicine, anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibanding orang dewasa agar pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kesehatan emosional berjalan optimal.
  • Para ahli menyarankan agar jadwal tidur siang tetap dipertahankan sesuai usia anak karena kebiasaan ini berkaitan dengan kebutuhan tubuh anak yang masih berada dalam masa tumbuh kembang.

RRI.CO.ID, Surakarta - Tidur siang sering menjadi rutinitas yang diajarkan orang tua kepada anak sejak usia dini. Meski tak jarang anak menolak karena masih ingin bermain, banyak orang tua tetap berusaha membiasakan waktu tidur di tengah hari. Kebiasaan ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan juga berkaitan dengan kebutuhan tubuh anak yang masih berada dalam masa tumbuh kembang. Lantas, mengapa tidur siang dianggap penting bagi anak?

Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibanding orang dewasa agar pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kesehatan emosional berjalan optimal. Selain itu, tidur siang membantu memenuhi kebutuhan tidur harian anak, terutama pada balita dan anak usia prasekolah yang belum mampu mencukupi waktu istirahat hanya dari tidur malam. Karena itulah, para ahli menyarankan agar jadwal tidur siang tetap dipertahankan sesuai usia anak.

Saat anak tidur siang, tubuh sebenarnya sedang melakukan banyak proses penting. Selain memulihkan energi setelah aktif bermain sejak pagi, otak juga bekerja mengolah informasi baru yang diperoleh sepanjang hari. Proses ini membantu anak lebih mudah mengingat pelajaran, mengenali lingkungan sekitar, hingga mengembangkan kemampuan belajar.

Manfaat lainnya adalah membantu menjaga suasana hati anak. Anak yang kurang tidur cenderung lebih mudah rewel, sulit berkonsentrasi, bahkan lebih gampang marah. Sebaliknya, tidur siang yang cukup dapat membuat anak bangun dalam kondisi lebih segar sehingga lebih siap bermain, belajar, maupun berinteraksi dengan orang lain.

Namun, kebutuhan tidur siang akan berubah seiring bertambahnya usia. Bayi biasanya masih membutuhkan beberapa kali tidur siang dalam sehari. Memasuki usia balita, durasinya mulai berkurang menjadi satu kali tidur siang. Ketika memasuki usia sekolah, sebagian anak sudah tidak lagi membutuhkan tidur siang secara rutin karena kebutuhan tidurnya lebih banyak dipenuhi pada malam hari.

Meski begitu, orang tua tidak perlu memaksa jika anak yang lebih besar sudah sulit tidur siang. Yang terpenting adalah memastikan total waktu tidurnya tetap sesuai dengan kebutuhan usianya. Selain itu, tidur siang sebaiknya tidak dilakukan terlalu sore atau terlalu lama karena bisa membuat anak sulit tidur pada malam hari.

Pada akhirnya, alasan orang tua mengajarkan tidur siang bukan hanya agar anak berhenti bermain sejenak, tetapi juga untuk mendukung tumbuh kembangnya secara menyeluruh. Dengan waktu istirahat yang cukup, anak memiliki kesempatan lebih baik untuk memulihkan energi, menjaga suasana hati, serta mendukung perkembangan otak dan fisik yang optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....