KB Bukan Sekadar Urusan Perempuan, Suami juga Punya Peran Penting
- 29 Agt 2026 11:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Program Keluarga Berencana (KB) tidak hanya bertujuan mengatur jumlah anak, tetapi juga menjadi bagian penting dalam merencanakan keluarga yang sehat dan berkualitas. Pemilihan alat kontrasepsi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing pasangan.
Dokter Windu menjelaskan, kontrasepsi secara umum terbagi menjadi metode jangka pendek dan jangka panjang. Metode jangka pendek antara lain pil, suntik, dan kondom, sedangkan metode jangka panjang meliputi IUD, implan, MOW atau steril pada perempuan, serta MOP atau steril pada laki-laki.
Menurutnya, kontrasepsi jangka panjang relatif lebih efektif karena dapat memberikan perlindungan selama beberapa tahun tanpa harus mengingat penggunaan setiap hari atau setiap bulan. Meski demikian, pemilihan metode KB tetap harus melalui konseling karena kondisi kesehatan setiap perempuan berbeda.
“Konseling diperlukan untuk mengetahui KB apa yang cocok untuk seorang ibu, termasuk apabila memiliki riwayat penyakit tertentu,” kata dr. Windu.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai mitos mengenai KB, termasuk anggapan bahwa penggunaan kontrasepsi harus menunggu beberapa waktu setelah persalinan. Pasca melahirkan, pasangan justru dianjurkan segera menentukan pilihan kontrasepsi agar dapat mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
Bagi ibu menyusui, tersedia sejumlah pilihan kontrasepsi yang dapat digunakan dengan mempertimbangkan kondisi ibu dan bayi. Salah satunya pil yang hanya mengandung hormon progesteron, selain pilihan lain seperti suntik dan kondom yang juga dapat digunakan sesuai hasil konsultasi tenaga kesehatan.
Dokter Windu menekankan pentingnya keterlibatan suami dalam program KB. Bagi pasangan yang telah memiliki lebih dari dua anak dan masih berada dalam usia produktif, kontrasepsi mantap seperti MOW atau MOP dapat menjadi pilihan. Di Kabupaten Sragen, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh layanan MOW maupun MOP secara gratis melalui program yang tersedia, termasuk dukungan pengganti biaya transportasi dan pengganti pendapatan selama masa pelayanan.
Selain mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, perencanaan keluarga melalui KB juga berkaitan dengan pencegahan stunting. Jarak kehamilan yang ideal memungkinkan orang tua memberikan perhatian, pengasuhan, serta pemenuhan gizi yang lebih optimal kepada anak.
Karena itu, dr. Windu mengajak pasangan untuk memilih KB berdasarkan kondisi tubuh dan kebutuhan keluarga, bukan sekadar mengikuti pilihan tetangga atau orang lain. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....