Kebiasaan Menggigit Jari pada Anak
- 19 Agt 2026 10:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Melihat anak menggigit jari mungkin terasa seperti pemandangan biasa, terutama ketika ia sedang santai, mengantuk, bosan, atau mencari rasa nyaman. Namun, kebiasaan ini tetap perlu diperhatikan karena aktivitas yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan kesehatan gigi dan perkembangan rongga mulut. Jadi, apakah orang tua harus langsung melarangnya? Jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak boleh”, karena yang penting adalah melihat usia anak, seberapa sering dilakukan, dan apakah kebiasaan tersebut mulai menimbulkan masalah.
Menggigit atau memasukkan jari ke mulut juga bisa menjadi tanda bahwa anak sedang mencari stimulasi atau kenyamanan tertentu. Dalam salah satu artikel Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, memasukkan jari ke mulut disebut sebagai salah satu perilaku yang dapat muncul pada anak dengan sensitivitas area mulut, sehingga orang tua dianjurkan mencari tahu penyebabnya dan tidak sekadar memarahi anak. Contoh dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pendekatan yang lembut dan bertahap dapat membantu orang tua memahami kebutuhan anak, terutama bila kebiasaan tersebut berkaitan dengan sensasi di area mulut.
Lalu, kapan kebiasaan menggigit atau mengisap jari perlu dihentikan? Kementerian Kesehatan RI dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 2024 secara khusus mengingatkan orang tua agar tidak membiasakan anak mengisap ibu jari atau menggunakan dot terlalu lama karena dapat meningkatkan risiko masalah pada kesehatan gigi. Kebiasaan mulut yang berlangsung lama juga dapat memengaruhi posisi gigi dan pertumbuhan tulang wajah; Kemenkes menjelaskan bahwa kebiasaan mengisap jari dalam jangka panjang dapat berpengaruh terhadap susunan gigi dan pola pertumbuhan wajah.
Jadi, orang tua tidak perlu panik atau memarahi anak setiap kali jarinya masuk ke mulut. Cobalah mengalihkan perhatian dengan aktivitas bermain, memberi benda yang aman untuk dieksplorasi sesuai usia, serta membangun kebiasaan menjaga kebersihan tangan dan gigi. Jika kebiasaan berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas anak, menimbulkan luka pada jari, atau mulai terlihat perubahan posisi gigi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter gigi atau tenaga kesehatan. Contoh dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, perawatan gigi anak memang perlu dimulai sejak dini, termasuk menyikat gigi secara teratur dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala. (Barista-LPU)
Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
- Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 2024
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....