Pengalaman Pertama di Rumah Sakit Bisa Cegah Trauma Balita

  • 23 Jul 2026 19:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pengalaman pertama balita saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit dapat memengaruhi respons mereka terhadap layanan kesehatan di masa mendatang. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman yang positif agar anak tidak tumbuh dengan rasa takut terhadap rumah sakit.

Hal tersebut disampaikan Agus Haryanto, S.Psi., Psikolog Klinis RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, dalam acara Beranda Astacita pada Selasa, 21 Juli 2026. Menurutnya, pada usia balita perkembangan otak berlangsung sangat pesat sehingga pengalaman emosional akan tersimpan kuat dan menjadi acuan ketika anak menghadapi situasi serupa di kemudian hari.

"Pengalaman emosional banyak disimpan di situ. Ketika ada pengalaman yang tidak menyenangkan, maka itu akan menjadi acuan di masa depan. Sebaliknya, pengalaman yang menyenangkan juga akan direspons dengan menyenangkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketakutan balita saat berada di rumah sakit merupakan hal yang wajar. Anak belum memahami tujuan tindakan medis, melainkan hanya merasakan rasa sakit atau melihat lingkungan yang asing.

Selain itu, Agus mengingatkan agar orang tua tidak lagi menggunakan dokter atau suntikan sebagai ancaman ketika anak berperilaku tidak sesuai. "Kalau nangis nanti disuntik Pak Dokter. Kalimat seperti itu justru membuat anak sudah takut lebih dulu ketika melihat tenaga kesehatan," katanya.

Menurutnya, kesalahan lain yang kerap dilakukan orang tua adalah mengatakan bahwa suntikan tidak akan terasa sakit. Padahal, ketika kenyataan berbeda dengan yang dijanjikan, kepercayaan anak kepada orang tua dapat berkurang.

Sebagai gantinya, orang tua dianjurkan untuk mengakui dan menerima rasa takut yang dirasakan anak. "Takut itu enggak apa-apa, boleh. Ayo ditemani mama atau papa. Dengan begitu anak merasa diterima dan didukung," jelas Agus.

Ia juga menyarankan orang tua membawa benda yang membuat anak merasa nyaman, seperti boneka atau mainan favorit, serta tetap memberi kesempatan anak bermain selama menunggu pemeriksaan. Menurutnya, bermain merupakan kebutuhan utama balita yang tidak boleh diabaikan meskipun sedang berada di fasilitas kesehatan.

Terkait penggunaan gawai, Agus mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan ponsel sebagai cara instan untuk menenangkan anak. Jika gadget digunakan, orang tua sebaiknya mendampingi dan memilih konten yang sesuai.

"Jangan biasakan anak-anak melihat video pendek terus-menerus karena itu bisa mengganggu kemampuan mereka berkonsentrasi dalam waktu yang panjang," ungkapnya.

Di akhir perbincangan, Agus menegaskan bahwa kenyamanan anak saat menjalani pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh sikap orang tua. Orang tua diharapkan tetap tenang, fokus mendampingi anak, memvalidasi setiap emosi yang muncul, serta memastikan anak tetap dapat beraktivitas sesuai usianya.

"Orang tua itu sebenarnya kunci dari anak bisa nyaman atau tidak di rumah sakit. Fokuslah pada anak, jangan fokus pada yang lain," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....