Mengenali Depresi Terselubung: Gangguan yang Sering Tak Disadari
- 25 Jun 2026 17:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Depresi terselubung (masked depression) merupakan kondisi gangguan suasana hati yang sering tidak disadari oleh penderitanya karena gejalanya tidak muncul secara emosional secara jelas. Kondisi ini merupakan gangguan perasaan, cara berpikir, dan perilaku yang tidak disadari, sehingga sering kali yang paling menonjol justru keluhan fisik.
Menurut dr. Aliyah Himawati Rizkiyani, Sp.KJ, dari RSJD dr Arif Zainuddin Surakarta pada banyak kasus, penderita tidak datang dengan keluhan sedih atau putus asa, melainkan keluhan tubuh seperti sakit kepala, nyeri lambung, atau kelelahan berkepanjangan. “Inilah yang membuat depresi terselubung sering terlewat dalam pemeriksaan awal karena tampak seperti gangguan fisik biasa,” kata dr Aliyah.
Dalam Obrolan Komunitas, Jumat 19 Juni 2026, dokter Aliyah mengatakan, hal inilah yang membuat depresi terselubung berbahaya karena individu merasa dirinya hanya mengalami masalah kesehatan fisik. Padahal, akar masalahnya bisa berasal dari tekanan psikologis yang tidak tersampaikan atau tidak disadari.
“Gejala lain yang sering muncul adalah perubahan perilaku seperti menjadi terlalu sibuk, mudah marah, atau tetap tampak aktif namun sebenarnya mengalami kelelahan mental,” ucap dr Aliyah. Kondisi ini membuat lingkungan sekitar sulit mengenali bahwa seseorang sedang mengalami tekanan psikologis.
Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, trauma masa lalu, serta tuntutan untuk selalu terlihat kuat menjadi faktor yang sering berkontribusi pada kondisi ini. Aliyah menegaskan bahwa kebiasaan menekan emosi juga memperbesar risiko seseorang mengalami depresi yang tidak disadari.
Karena gejalanya samar, banyak penderita baru menyadari kondisinya setelah mengalami gangguan fungsi sehari-hari seperti menurunnya produktivitas atau hubungan sosial yang terganggu. Pada tahap ini, penanganan biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibanding jika dikenali sejak awal.
Oleh karena itu, dr. Aliyah menekankan pentingnya kesadaran terhadap perubahan diri, baik secara fisik maupun emosional, serta tidak ragu mencari bantuan profesional jika gejala berlangsung lama. Deteksi dini dan dukungan lingkungan menjadi kunci utama dalam mencegah dampak yang lebih berat dari depresi terselubung. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....