Babinkamtibmas Bantu Tracing, Percepat Temuan Kasus TBC Wonogiri

  • 21 Jun 2026 19:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - Upaya percepatan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Wonogiri kini diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi. Dalam dua pekan terakhir, jajaran Babinkamtibmas turut mendampingi petugas puskesmas melakukan pelacakan atau tracing kontak erat penderita TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Satyawati Prawirohardjo, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari program Peduli Berantas TB Paru yang digagas Polda Jawa Tengah selama Juni 2026.

"Sejak dua minggu terakhir ini, Babinkamtibmas di seluruh Polres di kabupaten kota di Jawa Tengah ikut membantu mendampingi Puskesmas untuk melakukan kegiatan tracing terhadap kontak erat," ujarnya, Sabtu 20 Juni 2026.

Menurut Satyawati, pelacakan kontak erat menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat penemuan kasus TBC. Metode tersebut dilakukan dengan menelusuri orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan penderita yang telah terdiagnosis.

"Itu salah satu upaya kolaborasi antar instansi untuk membantu penemuan kasus TB," katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri mencatat target penemuan terduga TBC pada 2026 mencapai 13.650 orang. Hingga pertengahan tahun, jumlah terduga yang berhasil ditemukan sudah mencapai lebih dari 6.000 orang atau hampir 50 persen dari target tahunan.

Sementara itu, target penemuan kasus positif TBC sebanyak 2.528 orang. Namun hingga saat ini capaian baru berada di kisaran 25 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 30 persen pada akhir semester pertama.

Satyawati menuturkan pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada 2030. Untuk mencapai sasaran tersebut, penemuan dan pengobatan penderita harus terus ditingkatkan, termasuk pengawasan terhadap kontak erat.

"Pemerintah itu punya target untuk eliminasi TB di tahun 2030," ucapnya.

Ia berharap semakin banyak penderita yang ditemukan dan menjalani pengobatan sehingga angka kejadian TBC dapat terus ditekan. Upaya itu dinilai penting mengingat Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia.

"Harapannya nanti kalau semua penderita TB sudah ditemukan, diobati, bisa menurunkan insiden kasus TB di Jawa Tengah," ujarnya. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....