Waspadai Fenomena Bediding di Wilayah Indonesia

  • 09 Jun 2026 23:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena bediding mulai terasa di berbagai daerah di Pulau Jawa seiring dengan datangnya musim kemarau tahun 2026. Menurut laporan dari @Good News From Indonesia, kondisi ini ditandai oleh suhu udara yang lebih sejuk pada malam hari hingga pagi hari, disebabkan oleh berkurangnya awan dan rendahnya kadar kelembapan di udara.

Dalam kajian klimatologi, fenomena bediding adalah suatu hal yang biasa karena berkaitan dengan keadaan atmosfer selama musim kemarau. Biasanya, pada musim kemarau, curah hujan jarang terjadi dan tutupan awan berkurang, sehingga panas yang dihasilkan oleh radiasi matahari cepat hilang dan lebih banyak dilepaskan kembali ke atmosfer dalam bentuk radiasi gelombang panjang.

Beberapa daerah di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur telah mengalami penurunan suhu, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Dieng, Wonosobo, lereng Merapi, Batu, dan Karangploso. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan bahwa puncak fenomena bediding akan terjadi antara Juli dan Agustus 2026.

Kondisi ini biasanya terjadi di kawasan Indonesia yang dekat dengan garis khatulistiwa hingga ke bagian utara. Di kawasan ini, meskipun suhu di pagi hari cenderung dingin, suhu di siang hari akan terasa lebih panas. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya awan dan kurangnya uap air selama musim kemarau, sehingga radiasi langsung dari matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi.

Fenomena bediding dicirikan oleh penurunan suhu udara yang signifikan pada malam dan dini hari. Ini sebenarnya adalah kejadian alami yang terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, yakni antara bulan Juli hingga September.

Selain membuat udara terasa lebih segar, musim kemarau yang lebih kering juga mendorong masyarakat dan petani untuk lebih siaga terhadap potensi kekeringan. Khususnya di daerah yang bergantung pada sumber air untuk kegiatan pertanian.

Masyarakat disarankan untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca yang terjadi. Misalnya dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan keadaan, seperti jaket tebal, sarung tangan/kaki, dan selimut saat merasakan cuaca dingin pada malam sampai dini hari. (Ria)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....