Mengenal Gangguan Memori Mengenal Wajah Orang
- 31 Mei 2026 23:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID., Surakarta - Pernah merasa yakin pernah bertemu seseorang, tetapi sama sekali tidak bisa mengingat wajahnya? Kondisi ini ternyata bukan sekadar lupa biasa. Dalam dunia medis, gangguan tersebut dikenal sebagai prosopagnosia atau face blindness, yaitu kesulitan mengenali dan mengingat wajah seseorang, termasuk orang yang sudah dikenal dekat.
Prosopagnosia terjadi ketika otak mengalami hambatan dalam memproses informasi visual yang berkaitan dengan identitas wajah. Penderitanya masih dapat melihat dengan jelas, tetapi kesulitan membedakan wajah satu dengan yang lain. Akibatnya, mereka sering mengandalkan suara, gaya berjalan, atau ciri khas lain untuk mengenali seseorang.
| Baca juga: Screening TB Paru Jangkau 120 Warga Wonogiri |
Gangguan ini dapat muncul sejak lahir maupun akibat cedera otak, stroke, atau gangguan neurologis tertentu. Pada beberapa kasus, penderita baru menyadari kondisinya ketika mengalami kesulitan berinteraksi di lingkungan sosial.
Situasi tersebut sering menimbulkan rasa canggung karena dianggap tidak mengenali teman atau kerabat sendiri. Penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa proses mengenali wajah merupakan aktivitas yang sangat kompleks.
Dalam penelitian berjudul “Rancang Bangun Sistem Pengenalan Wajah dengan Metode Principal Component Analysis” yang ditulis Salamun dan Firman Wazir dari Universitas Abdurrab, serta diterbitkan dalam Rabit: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab tahun 2016, dijelaskan bahwa wajah merupakan identitas fisiologis yang memiliki karakteristik unik sehingga memerlukan proses analisis khusus untuk dikenali secara akurat.
Temuan serupa juga disampaikan Fajar Septian melalui penelitian “Penerapan Metode Singular Value Decomposition (SVD) pada Aplikasi Pengenalan Wajah Manusia” yang diterbitkan dalam Jurnal Informatika Universitas Pamulang tahun 2016. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa bahkan sistem komputer membutuhkan metode dan algoritma khusus untuk mengenali wajah manusia dengan tingkat akurasi tinggi.
Para ahli menilai gangguan mengenali wajah bukan masalah kecerdasan atau daya ingat secara umum. Namun, kondisi ini berkaitan dengan cara otak mengolah informasi visual yang sangat spesifik. Karena itu, pemahaman masyarakat terhadap prosopagnosia penting agar penderita tidak mendapat stigma sebagai pribadi yang pelupa atau tidak peduli terhadap orang lain. (Arifin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....