Merawat Luka Batin, dr. Jiemi Ardian Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Mental

  • 04 Jul 2026 22:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, stigma terhadap orang yang mengalami gangguan psikologis masih cukup kuat. Melalui bukunya yang berjudul Merawat Luka Batin, Psikiater dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ, mengajak masyarakat untuk memahami bahwa luka emosional adalah bagian dari pengalaman manusia yang perlu dirawat dan dipulihkan.

Penulis buku Merawat Luka Batin, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ merupakan dokter spesialis kedokteran jiwa lulusan Program Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ia dikenal luas sebagai edukator kesehatan mental, penulis buku-buku populer, pembicara publik, serta aktif mengampanyekan isu kesehatan jiwa melalui berbagai platform digital. Bidang minatnya meliputi trauma, gangguan kecemasan, depresi, terapi perilaku kognitif, dan mindfulness.

Dalam buku yang terbit pada tahun 2022 tersebut, dr. Jiemi menjelaskan bahwa banyak penderitaan emosional berawal dari cara seseorang memandang diri dan memaknai pengalaman hidupnya. Menurutnya, manusia kerap terjebak pada pola pikir yang tidak sehat dan menganggap setiap pikiran negatif sebagai sebuah kenyataan.

“Sering kali penderitaan muncul bukan semata-mata karena peristiwanya, tetapi karena bagaimana kita memaknai peristiwa tersebut,” kata dr Jiemi. Ia menegaskan bahwa mengenali pola pikir dan memahami emosi merupakan langkah awal yang penting dalam proses penyembuhan luka batin.

Depresi bukanlah bentuk kelemahan, kurang iman, atau kurang bersyukur. Depresi merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan membutuhkan penanganan yang tepat. Menurutnya, stigma negatif justru membuat banyak orang menjauh dari pertolongan dan enggan mencari bantuan profesional ketika mengalami masalah kesehatan mental.

Selain itu, dr. Jiemi memperkenalkan konsep mindfulness atau kesadaran penuh, yaitu kemampuan hadir pada momen saat ini tanpa menghakimi diri sendiri. Menurutnya, menerima keberadaan emosi dan pikiran negatif bukan berarti menyerah, melainkan bagian dari proses memahami diri dengan lebih baik.

“Luka batin bukan sesuatu yang harus disangkal atau disembunyikan. Luka perlu dikenali, dipahami, dan dirawat sedikit demi sedikit,” ujarnya dalam berbagai kesempatan edukasi kesehatan mental.

Melalui Merawat Luka Batin, dr. Jiemi Ardian berharap semakin banyak masyarakat yang berani mencari pertolongan ketika mengalami kesulitan emosional. Buku ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan setiap orang berhak mendapatkan ruang yang aman untuk pulih, bertumbuh, dan menjalani hidup dengan lebih sehat secara emosional. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....