Fakta atau Mitos? Es Krim Membuat Batuk

  • 31 Mei 2026 21:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak orang meyakini bahwa makan es krim dapat menyebabkan batuk atau memperparah batuk yang sedang dialami. Anggapan ini sudah lama berkembang di berbagai negara dan sering menjadi alasan orang tua melarang anak mengonsumsi es krim saat sedang pilek atau batuk.

Namun, sejumlah penelitian dan keterangan dari lembaga kesehatan luar negeri menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut Mayo Clinic di Amerika Serikat, konsumsi susu maupun produk olahannya, termasuk es krim, tidak terbukti meningkatkan produksi lendir atau dahak yang menjadi penyebab batuk.

Sensasi tenggorokan yang terasa lebih tebal setelah mengonsumsi produk susu lebih banyak disebabkan oleh campuran susu dan air liur di mulut yang menciptakan lapisan sementara, bukan karena bertambahnya lendir di saluran pernapasan. Batuk sendiri merupakan respons alami tubuh terhadap iritasi pada tenggorokan atau saluran pernapasan.

Penyebabnya dapat beragam, mulai dari infeksi virus, alergi, asma, hingga paparan debu dan polusi. Karena itu, munculnya batuk setelah makan es krim tidak selalu berarti es krim adalah penyebab utamanya.

Meski demikian, sebagian orang memang dapat mengalami rasa tidak nyaman atau keinginan untuk batuk setelah mengonsumsi makanan yang sangat dingin. Suhu dingin dapat memicu iritasi sementara pada tenggorokan yang sensitif atau memengaruhi saluran napas pada orang dengan kondisi tertentu, seperti asma atau alergi. Namun kondisi ini bersifat individual dan tidak terjadi pada semua orang.

Menariknya, beberapa ahli justru menyebut es krim dapat memberikan efek menenangkan pada tenggorokan yang meradang. Tekstur yang lembut dan suhu yang dingin mampu membantu mengurangi rasa nyeri serta memberikan kenyamanan sementara bagi penderita radang tenggorokan.

Meski begitu, konsumsi es krim tetap perlu dibatasi. Kandungan gula yang tinggi pada sebagian produk es krim dapat mengurangi kualitas pola makan jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, orang yang memiliki intoleransi laktosa atau alergi susu mungkin mengalami gejala yang berbeda setelah mengonsumsi es krim.

Kesimpulannya, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa es krim secara langsung menyebabkan batuk pada kebanyakan orang. Jika setelah makan es krim seseorang sering mengalami batuk, kemungkinan terdapat faktor lain seperti sensitivitas terhadap suhu dingin, alergi, atau kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....