Nyeri Otot Tak Selalu Bahaya
- 29 Mei 2026 20:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik menjelaskan nyeri otot pasca olahraga masih tergolong normal. Hal itu disampaikan dr. Harri Haryana, Sp.KFR selaku Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Ortopedi Soeharso Surakarta dalam program Obrolan Siang RRI Surakarta.
Menurutnya, nyeri otot pasca olahraga terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah nyeri akibat cedera yang muncul langsung saat olahraga.
Jenis kedua ialah nyeri onset lambat atau DOMS. Nyeri jenis ini muncul beberapa jam setelah olahraga selesai.
Puncak nyeri biasanya terjadi dalam satu hingga tiga hari. dr. Harri mengatakan kondisi tersebut sering dialami masyarakat yang jarang berolahraga. Atlet profesional juga dapat mengalami nyeri serupa setelah latihan berat.
"Nyeri bukan ukuran keberhasilan olahraga. Keberhasilan olahraga dinilai dari target denyut nadi dan durasi latihan, " katanya.
Tahapan olahraga juga harus diperhatikan dengan benar. Tahapan itu meliputi pemanasan, latihan inti, dan pendinginan.
Menurutnya, banyak masyarakat terlalu memaksakan tubuh saat berolahraga. Kondisi itu memicu munculnya nyeri dan risiko cedera.
dr. Harri menjelaskan nyeri muncul akibat kurangnya oksigen pada otot. Akibatnya tubuh menghasilkan asam laktat yang memicu rasa pegal.
| Baca juga: Cara Efektif Meredakan Kram Kaki |
Ia juga mengingatkan masyarakat tidak makan besar sebelum olahraga. Tubuh membutuhkan energi ringan yang cepat diserap saat berolahraga. Minuman elektrolit dan karbohidrat ringan dinilai sudah cukup membantu.
dr. Harri turut menyoroti olahraga kompetitif yang sedang populer. Olahraga kompetitif dinilai berisiko memicu cedera karena faktor emosi.
"Masyarakat harus mengenali kemampuan tubuh masing-masing. Olahraga sebaiknya dilakukan rutin dan bertahap dua hingga tiga kali seminggu, " ucapnya.
Pekerja kantoran juga dianjurkan tetap aktif bergerak setiap hari. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki dinilai sudah memberi manfaat kesehatan.
Dalam sesi tanya jawab, dokter membahas olahraga bagi ibu hamil. Menurutnya, ibu hamil tetap boleh berolahraga dengan pengawasan tenaga medis.
Senam ibu hamil dapat membantu mengurangi nyeri dan memperlancar persalinan. Dr. Hari menjelaskan nyeri normal biasanya membaik dalam tiga hari.
Jika nyeri menetap lebih lama, masyarakat disarankan memeriksakan diri. Cedera akut sebaiknya ditangani menggunakan kompres dingin. Sementara nyeri otot onset lambat lebih cocok menggunakan kompres hangat.
"Pijat juga dapat membantu melemaskan otot dan mengurangi nyeri ringan. Namun, pijat tidak dianjurkan bila terdapat cedera serius, " ujarnya.
dr. Harri menegaskan tujuan olahraga adalah menjaga kebugaran tubuh. Masyarakat diimbau tidak memaksakan diri demi mengejar prestasi olahraga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....