Wall Sit Jadi Tes Ketahanan Otot Tubuh Bagian Bawah

  • 26 Mei 2026 21:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Latihan wall sit atau posisi duduk bersandar di dinding dinilai menjadi salah satu tes sederhana untuk mengukur daya tahan otot tubuh bagian bawah. Meski terlihat mudah, latihan ini mampu memberikan tekanan besar pada paha, bokong, dan otot inti tubuh.

Wall sit dilakukan dengan cara menyandarkan punggung ke dinding lalu menahan posisi jongkok tanpa bergerak. Latihan tersebut tidak memerlukan alat khusus dan dapat dilakukan hampir di mana saja.

Latihan ini termasuk jenis latihan isometrik, yaitu otot bekerja tanpa menghasilkan gerakan terlihat. Berbeda dengan squat biasa, otot pada wall sit terus berada dalam kondisi tegang tanpa jeda.

Kondisi itu membuat otot paha lebih cepat lelah dan menimbulkan sensasi panas atau terbakar pada kaki. Karena itu, wall sit sering digunakan untuk menguji kekuatan dan daya tahan otot kaki seseorang.

Dilansir dari chip.de, Pelatih kebugaran Evan Williams menyebut pemula biasanya mampu bertahan sekitar 30 hingga 45 detik. Sementara waktu rata-rata berkisar antara 45 hingga 60 detik.

Orang dengan kemampuan di atas rata-rata umumnya mampu bertahan selama 60 hingga 90 detik. Atlet atau individu dengan kondisi fisik sangat baik bahkan dapat mempertahankan posisi wall sit hingga dua sampai empat menit.

Sebuah studi tahun 2025 terhadap 739 orang dewasa menunjukkan latihan rutin mampu meningkatkan performa wall sit secara signifikan. Dalam program kebugaran selama 12 minggu, rata-rata ketahanan peserta meningkat dari 47 detik menjadi 65 detik.

Meski demikian, hasil wall sit dipengaruhi banyak faktor seperti usia, berat badan, tingkat kebugaran, hingga posisi tubuh saat latihan. Karena itu, durasi latihan tidak dapat dijadikan ukuran mutlak kondisi fisik seseorang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....