Penyebab Buta Warna Bisa Terjadi pada Manusia

  • 27 Mei 2026 07:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Buta warna merupakan kondisi gangguan penglihatan yang membuat seseorang kesulitan membedakan warna tertentu, terutama merah, hijau, atau biru. Kondisi ini terjadi karena adanya masalah pada sel kerucut di retina mata yang berfungsi menangkap warna.

Meski disebut “buta warna”, sebagian besar penderitanya sebenarnya masih dapat melihat warna, hanya saja tidak mampu membedakan beberapa warna dengan jelas. Kondisi ini bisa dialami sejak lahir maupun muncul akibat faktor kesehatan tertentu.

Menurut penjelasan dari National Eye Institute, buta warna paling sering disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Kelainan ini terjadi ketika gen yang mengatur kemampuan mengenali warna mengalami gangguan dan diturunkan dari orang tua kepada anak.

Kasus buta warna lebih banyak ditemukan pada laki-laki karena gen pembawa sifat tersebut berkaitan dengan kromosom X. Pada mata manusia normal, terdapat tiga jenis sel kerucut yang berfungsi menangkap cahaya merah, hijau, dan biru.

Jika salah satu sel tersebut tidak bekerja dengan baik atau jumlahnya berkurang, kemampuan mengenali warna pun terganggu. Inilah yang menyebabkan seseorang sulit membedakan kombinasi warna tertentu, misalnya merah dengan hijau atau biru dengan kuning.

Selain faktor keturunan, buta warna juga dapat muncul akibat pertambahan usia. Seiring bertambahnya umur, kemampuan mata dalam menangkap cahaya dan warna bisa mengalami penurunan.

Beberapa penyakit seperti diabetes, glaukoma, hingga gangguan saraf optik juga dapat memicu terjadinya buta warna pada seseorang. Penggunaan obat-obatan tertentu turut menjadi salah satu penyebab gangguan penglihatan warna.

Beberapa jenis obat yang digunakan untuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau gangguan saraf diketahui dapat memengaruhi saraf mata. Selain itu, cedera pada mata atau otak juga dapat menyebabkan perubahan kemampuan melihat warna.

Meski belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan buta warna bawaan, penderita tetap dapat beraktivitas normal dengan bantuan teknologi maupun latihan pengenalan warna. Saat ini juga tersedia kacamata khusus yang membantu meningkatkan kemampuan membedakan warna tertentu, meskipun hasilnya berbeda pada setiap orang.

Pemeriksaan buta warna biasanya dilakukan sejak usia sekolah agar anak dapat mengetahui kondisi penglihatannya lebih dini. Langkah ini penting karena beberapa profesi tertentu seperti pilot, masinis, atau teknisi listrik membutuhkan kemampuan membedakan warna secara akurat. Dengan deteksi sejak awal, penderita buta warna dapat menyesuaikan pilihan pendidikan maupun pekerjaan di masa depan.




Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....