Pertolongan Pertama Gigitan Ular Harus Tepat, Tekankan Imobilisasi

  • 17 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kasus gigitan ular masih menjadi perhatian karena masih banyak masyarakat yang melakukan pertolongan pertama berdasarkan kebiasaan lama atau informasi yang kurang tepat. Penanganan yang salah justru dapat memperburuk kondisi korban dan meningkatkan risiko komplikasi.

Dalam ClipPodcast bersama Raditya Dika, Pakar toksikologi Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.Em, Sub.Sp.Tok(K), FICEP, FIMMA menjelaskan bahwa prinsip utama dalam menangani korban gigitan ular adalah mengurangi gerakan tubuh atau melakukan imobilisasi. Langkah ini bertujuan memperlambat penyebaran bisa sebelum korban memperoleh penanganan medis.

Ketua kajian gigitan hewan berbisa dan tanaman beracun di Kementerian kesehatan Indonesia ini mengatakan, selama ini banyak masyarakat mengira racun atau bisa ular menyebar secara langsung melalui aliran darah. Namun menurut penjelasan Dr. Tri Maharani, pada banyak kasus bisa ular justru lebih dahulu menyebar melalui sistem atau saluran getah bening.

"Prinsipnya imobilisasi atau membatasi gerakan pada bagian tubuh yang tergigit," ujar Dr. Tri Maharani. Ia menjelaskan semakin banyak otot bergerak, maka aliran getah bening juga semakin aktif sehingga penyebaran bisa dapat berlangsung lebih cepat.

Karena itu, bagian tubuh yang terkena gigitan dianjurkan dipasang bidai sederhana menggunakan benda kaku seperti kayu, papan kecil, atau kardus tebal. Cara tersebut dilakukan agar bagian yang tergigit tidak banyak bergerak selama korban dibawa menuju fasilitas kesehatan.

Selain itu, benda-benda yang melekat pada tubuh seperti cincin, gelang, jam tangan, atau aksesori ketat lainnya sebaiknya segera dilepas. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi pembengkakan yang dapat terjadi pada area gigitan.

Dr. Tri Maharani juga mengingatkan agar masyarakat menghindari tindakan yang selama ini masih dipercaya dapat mengeluarkan bisa ular. "Jangan menyayat, menghisap, atau membuat luka tambahan karena dapat memperburuk kondisi korban," ucapnya, seraya mengimbau agar korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....