Ini Cara Menghindari Hipotermia saat Naik Gunung
- 27 Mei 2026 07:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Hipotermia menjadi salah satu ancaman paling berbahaya bagi pendaki gunung, terutama saat cuaca dingin, hujan, dan angin kencang melanda jalur pendakian. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun drastis di bawah normal akibat tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan kemampuan menghasilkan panas. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat mengganggu fungsi tubuh hingga membahayakan nyawa pendaki.
Menurut penjelasan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hipotermia dapat terjadi akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama, termasuk karena hujan, pakaian basah, dan angin kencang. Sementara itu, Mayo Clinic menyebutkan bahwa gejala hipotermia meliputi menggigil, kebingungan, tubuh lemas, bicara pelo, hingga kesadaran menurun. Pendaki gunung termasuk kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami kondisi tersebut.
| Baca juga: Cara Mudah Menyimpan Makanan agar Tidak Basi |
Salah satu cara utama mencegah hipotermia adalah menggunakan pakaian berlapis dengan bahan yang tepat. Pendaki disarankan memakai lapisan dasar yang mampu menyerap keringat, lapisan tengah untuk menjaga panas tubuh, serta jaket luar tahan angin dan air. Pakaian berbahan katun sebaiknya dihindari karena mudah menyerap air dan membuat tubuh lebih cepat dingin.
Selain pakaian, asupan makanan dan cairan juga sangat penting selama pendakian. Tubuh memerlukan energi yang cukup untuk menghasilkan panas, sehingga pendaki dianjurkan rutin mengonsumsi makanan berkalori dan minuman hangat. Kondisi tubuh yang kelelahan dan dehidrasi dapat mempercepat munculnya hipotermia, terutama saat suhu gunung menurun pada malam hari.
Pendaki juga perlu segera mengganti pakaian basah akibat hujan atau keringat berlebih. Tubuh yang lembap akan kehilangan panas lebih cepat, apalagi jika disertai terpaan angin pegunungan. Selain itu, penting untuk tidak terlalu lama diam tanpa bergerak karena aktivitas tubuh membantu menghasilkan panas alami.
Ketika cuaca mulai memburuk, pendaki disarankan segera mencari tempat berlindung dan tidak memaksakan perjalanan menuju puncak. Banyak kasus hipotermia terjadi karena pendaki tetap melanjutkan perjalanan di tengah hujan deras atau suhu ekstrem. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dibanding target mencapai puncak gunung.
Jika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda hipotermia, pertolongan pertama harus segera dilakukan dengan menghangatkan tubuh korban, mengganti pakaian basah, memberi minuman hangat, dan memindahkan korban ke tempat yang terlindung. Pendaki juga dianjurkan selalu mendaki bersama tim dan memahami prosedur darurat agar risiko hipotermia dapat diminimalkan selama perjalanan di alam bebas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....